Sedikitnya 109 anggota aparat keamanan Iran dilaporkan tewas dalam kerusuhan yang melanda sejumlah wilayah negara itu dalam beberapa hari terakhir. Laporan tersebut disampaikan saluran berbasis di Qatar, Al Jazeera, dengan mengutip kantor berita Iran, Tasnim News Agency.
Media tersebut tidak merinci jumlah pengunjuk rasa yang tewas pada Minggu.
Iran dilanda gelombang protes anti-pemerintah sejak 28 Desember, yang bermula di Grand Bazaar Teheran. Aksi tersebut dipicu anjloknya nilai tukar rial Iran serta memburuknya kondisi ekonomi. Demonstrasi kemudian meluas ke sejumlah kota lain.
Hingga kini belum ada data resmi mengenai jumlah korban. Namun, seorang dokter di Teheran mengatakan kepada majalah Time, dengan syarat identitasnya dirahasiakan, bahwa enam rumah sakit di ibu kota mencatat “setidaknya 217 kematian pengunjuk rasa, sebagian besar akibat tembakan peluru tajam.”

















