Empat orang ditangkap pada Selasa malam setelah terjadi penyerangan terhadap Kedutaan Besar Iran di Den Haag, demikian keterangan kepolisian Belanda.
Insiden tersebut terjadi di distrik Scheveningen. Sejumlah orang diketahui menyasar gedung kedutaan dan mencoba memanjat pagar pembatas di sekelilingnya, menurut otoritas setempat. Kantor berita Belanda, NOS, melaporkan peristiwa tersebut.
Polisi menyatakan hanya terjadi sedikit kerusakan pada bangunan dan tidak ada laporan korban luka dalam insiden itu.
Keempat tersangka kemudian dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, identitas mereka belum diumumkan ke publik.
Iran sendiri tengah dilanda gelombang protes anti-pemerintah sejak bulan lalu, dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi serta anjloknya nilai mata uang nasional ke level terendah dalam sejarah.
Pejabat pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik apa yang mereka sebut sebagai “kerusuhan” dan “aksi terorisme”.
Belum ada angka resmi korban tewas. Namun, sebuah kelompok pemantau hak asasi manusia berbasis di Amerika Serikat yang fokus pada Iran memperkirakan jumlah korban meninggal telah melampaui 2.500 orang, termasuk aparat keamanan dan demonstran, dengan lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka.
Kelompok tersebut, HRANA, juga melaporkan sedikitnya 10.721 orang telah ditahan di 585 lokasi di seluruh Iran, mencakup 187 kota di 31 provinsi.
Sejumlah kantor perwakilan diplomatik Iran di berbagai negara juga menjadi sasaran aksi dalam beberapa hari terakhir, seiring meluasnya protes.
Para aktivis dilaporkan menurunkan bendera Iran dari kedutaan di London dan Madrid. Sementara di ibu kota Kanada, Ottawa, materi protes dan bendera digantung di kompleks Kedutaan Besar Iran.












