BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Harga minyak melonjak 10 persen akibat krisis Iran, berpotensi tembus US$100 per barel
Minyak mentah Brent naik 10 persen ke kisaran US$80 per barel setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran. Analis memperingatkan harga bisa mendekati US$100 jika gangguan pasokan berlanjut.
Harga minyak melonjak 10 persen akibat krisis Iran, berpotensi tembus US$100 per barel
Harga minyak melonjak 10% akibat konflik Iran dan diperkirakan bisa mencapai US$100 per barel, kata analis. / Reuters

Harga minyak mentah Brent melonjak 10 persen menjadi sekitar US$80 per barel dalam perdagangan over the counter, menurut pelaku pasar. Para analis memperkirakan harga berpotensi menembus US$100 per barel setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran menyeret Timur Tengah ke dalam konflik baru.

“Meski aksi militer ini sendiri mendukung kenaikan harga minyak, faktor kuncinya adalah penutupan Selat Hormuz,” ujar Ajay Parmar, Direktur Energi dan Pemurnian di ICIS, pada Minggu.

Sumber perdagangan menyebut sebagian besar pemilik kapal tanker, perusahaan minyak besar, dan rumah dagang menghentikan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, serta gas alam cair melalui Selat Hormuz, setelah Teheran memperingatkan kapal-kapal agar tidak melintas di jalur tersebut.

Lebih dari 20 persen pasokan minyak global diangkut melalui Selat Hormuz.

“Kami memperkirakan harga saat pembukaan perdagangan (setelah akhir pekan) akan jauh lebih dekat ke US$100 per barel dan bahkan bisa melampaui level itu jika penutupan selat berlangsung lama,” kata Parmar.

TerkaitTRT Indonesia - OPEC+ secara prinsip sepakat tingkatkan produksi minyak setelah konflik di Timur Tengah meluas

OPEC+ tingkatkan produksi

Para pemimpin Timur Tengah telah memperingatkan Washington bahwa perang dengan Iran dapat mendorong harga minyak melampaui US$100 per barel, kata analis RBC, Helima Croft. Analis Barclays juga menyebut harga berpotensi mencapai level tersebut.

Kelompok produsen minyak OPEC+ pada Minggu sepakat menaikkan produksi sebesar 206.000 barel per hari mulai April. Kenaikan ini tergolong kecil, kurang dari 0,2 persen dari total permintaan global.

Ekonom energi Rystad, Jorge Leon, mengatakan meski ada infrastruktur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz, penutupan jalur itu tetap berpotensi mengurangi pasokan minyak mentah global sebesar 8 hingga 10 juta barel per hari, bahkan setelah sebagian aliran dialihkan melalui pipa East-West Arab Saudi dan pipa Abu Dhabi.

Rystad memperkirakan harga akan naik sekitar US$20 menjadi sekitar US$92 per barel saat perdagangan dibuka.

Krisis Iran juga mendorong pemerintah dan kilang di Asia mengevaluasi cadangan minyak serta jalur dan sumber pasokan alternatif.

SUMBER:AFP
Jelajahi
Bank Indonesia: Utang luar negeri Indonesia capai $454,8 miliar pada Juli 2026
Indonesia dan India perkuat kerja sama telekomunikasi hingga teknologi 6G
Grab akuisisi saham mayoritas Atome Financial senilai Rp26,36 triliun
Indonesia bangun pusat bioetanol di Lampung, target produksi komersial 60 ribu kiloliter
Indonesia dan Bulgaria perkuat kerja sama perdagangan dan investasi
Indonesia jajaki PTA dengan Mercosur demi rintis jalan menuju CEPA
Pasar stabil meski pergantian mendadak Menkeu, Suahasil tegaskan jaga kredibilitas APBN
AS resmi tetapkan bea masuk tinggi untuk impor panel surya dari Indonesia
Indonesia dan China percepat kerja sama energi baru, ekspansi dari PLTS hingga manufaktur
Indonesia dan AS dorong kerja sama ekonomi kreatif jelang WCCE 2026
Kadin buka peluang investasi Swedia di Indonesia, soroti IEU-CEPA dan OECD
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak, ICP Indonesia jadi $89,43 per barel
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat
Kemenkeu pastikan siap tanggung utang Kereta Cepat Whoosh tanpa investor luar
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid