ASIA
2 menit membaca
Kamboja alami pengungsian massal seiring konflik dengan Thailand memanas
Bentrokan di perbatasan Kamboja–Thailand memicu ratusan ribu warga mengungsi dan memperparah penderitaan sipil di wilayah terdampak.
Kamboja alami pengungsian massal seiring konflik dengan Thailand memanas
Warga Thailand memasak di penampungan saat artileri ditembakkan ke arah Kamboja di Surin, 20 Des 2025. / AP

Lebih dari setengah juta warga Kamboja terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat dua pekan bentrokan mematikan di perbatasan dengan Thailand. Informasi tersebut disampaikan Kementerian Dalam Negeri Kamboja pada Minggu.

“Saat ini, lebih dari setengah juta warga Kamboja, termasuk perempuan dan anak-anak, mengalami penderitaan berat akibat pengungsian paksa dari rumah dan sekolah untuk menghindari tembakan artileri, roket, serta serangan udara yang dilakukan pesawat F-16 Thailand,” kata kementerian itu dalam pernyataan resminya. Total warga yang dievakuasi disebut mencapai 518.611 orang.

Di sisi lain perbatasan, sekitar 400.000 orang di Thailand juga dilaporkan mengungsi akibat kembali pecahnya konflik perbatasan tersebut, menurut pernyataan otoritas di Bangkok.

Pertempuran kembali antara dua negara Asia Tenggara itu pecah bulan ini, melibatkan tank, drone, dan artileri. Berdasarkan data pejabat setempat, sedikitnya 22 orang tewas di Thailand dan 19 orang di Kamboja.

Konflik ini berakar dari sengketa wilayah terkait penetapan batas perbatasan era kolonial sepanjang 800 kilometer, serta keberadaan sejumlah reruntuhan candi kuno yang berada di kawasan perbatasan.

TerkaitThailand-Cambodia conflict explained - TRT World - TRT World

Kedua pihak saling menuding sebagai pemicu bentrokan terbaru dan saling melontarkan tuduhan serangan terhadap warga sipil, menyusul lima hari bentrokan pada Juli yang menewaskan puluhan orang.

China, Uni Eropa, Amerika Serikat, Malaysia selaku ketua blok regional ASEAN, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyerukan gencatan senjata.

Para menteri luar negeri negara-negara ASEAN, termasuk Kamboja dan Thailand, dijadwalkan bertemu pada Senin di Kuala Lumpur untuk membahas konflik tersebut.

SUMBER:AFP
Jelajahi
Tekan impor LPG, pemerintah dorong pengembangan DME dan CNG
Prabowo pastikan investigasi kecelakaan KA Bekasi, flyover segera dibangun
Korea Selatan desak tindakan global untuk mengatasi program nuklir Korea Utara
Warga Nabire turun ke jalan, desak penarikan pasukan militer di Papua
Presiden Prabowo lantik enam pejabat baru dalam perombakan kabinet
Polisi tetapkan 13 tersangka dalam dugaan kekerasan di tempat penitipan anak Yogyakarta
Anggaran belanja militer Asia-Oseania melonjak, tekanan geopolitik menjadi dorongan utama
Harga avtur naik, pemerintah tanggung pajak tiket pesawat ekonomi selama 60 hari
Kementerian ESDM mulai uji coba B50 ke kereta api, pemerintah RI tegaskan kemandirian energi
Pemerintah RI kembali tegaskan tidak akan tarif Selat Malaka, soroti kebebasan berlayar
Rupiah melemah lewati Rp17.000 per dolar AS saat gencatan senjata AS-Iran semakin tidak pasti
Jepang bentuk gugus tugas keuangan untuk tangani risiko siber terkait kerentanan AI
Indonesia-Korea Selatan perkuat kemitraan berkelanjutan antisipasi kebakaran hutan dan lahan
Indonesia dan Filipina sepakat perkuat keamanan maritim serta ketahanan energi
Indonesia pimpin pusat komando ASEAN lawan polusi asap lintas batas
TNI AU dan RSAF pererat kemitraan strategis, fokus pada latihan tempur dan bantuan kemanusiaan
Indonesia pimpin kolaborasi data keselamatan penerbangan Asia Pasifik di Bali
Kamboja tuntut permintaan maaf dari Wall Street Journal atas sorotan judul 'Scambodia'
Indonesia kaji proposal akses udara AS, Menlu Sugiono: kedaulatan tetap jadi prioritas
Menkeu Purbaya soroti potensi Selat Malaka, usulkan kaji rencana pungutan pajak kapal