POLITIK
2 menit membaca
China sebut tak bisa terima negara bertindak sebagai “hakim dunia” usai penculikan Maduro oleh AS
Menlu China Wang Yi menegaskan “kedaulatan dan keamanan semua negara harus dilindungi sepenuhnya berdasarkan hukum internasional.”
China sebut tak bisa terima negara bertindak sebagai “hakim dunia” usai penculikan Maduro oleh AS
"Kami tidak pernah percaya bahwa negara mana pun dapat bertindak sebagai polisi dunia," kata Wang. / AP
5 Januari 2026

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan Beijing tidak dapat menerima negara mana pun bertindak sebagai “hakim dunia” setelah Amerika Serikat menculik Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

“Kami tidak pernah percaya bahwa ada negara yang bisa bertindak sebagai polisi dunia, dan kami juga tidak menerima ada negara yang mengklaim diri sebagai hakim dunia,” kata Wang kepada Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dalam pertemuan di Beijing pada Minggu. Ia menyinggung “perkembangan mendadak di Venezuela” tanpa menyebut AS secara langsung.

“Kedaulatan dan keamanan semua negara harus dilindungi sepenuhnya berdasarkan hukum internasional,” tambah diplomat tertinggi China itu, dalam pernyataan pertamanya sejak foto-foto Maduro, 63 tahun, dengan mata tertutup dan tangan diborgol pada Sabtu mengejutkan warga Venezuela.

Maduro kini ditahan di sebuah pusat penahanan di New York dan dijadwalkan menjalani sidang pengadilan pada Senin terkait tuduhan narkotika.

Namun, pernyataan Presiden Donald Trump bahwa AS akan mengawasi pemerintahan Venezuela untuk sementara waktu menjadi ujian berat bagi “kemitraan strategis komprehensif segala cuaca” yang disepakati Beijing dan Caracas pada 2023, menandai hampir 50 tahun hubungan diplomatik.

“Itu pukulan besar bagi China, kami ingin tampil sebagai sahabat yang dapat diandalkan bagi Venezuela,” kata seorang pejabat pemerintah China yang mendapat pengarahan soal pertemuan antara Maduro dan utusan khusus China untuk urusan Amerika Latin dan Karibia, Qiu Xiaoqi, beberapa jam sebelum penangkapannya.

Sebagai ekonomi terbesar kedua dunia, China telah menjadi penopang ekonomi Venezuela sejak AS dan sekutunya memperketat sanksi pada 2017, dengan membeli barang senilai sekitar US$1,6 miliar pada 2024, berdasarkan data tahunan terbaru yang tersedia.

Hampir separuh pembelian China berupa minyak mentah, menurut data kepabeanan. Sementara itu, raksasa minyak milik negara China telah menanamkan investasi sekitar US$4,6 miliar di Venezuela hingga 2018, menurut data lembaga pemikir American Enterprise Institute yang melacak investasi korporasi China di luar negeri.

SUMBER:Reuters
Jelajahi
AS telah menculik Maduro, tetapi harapan minyaknya di Venezuela tidak akan mudah terwujud, kata para ahli
Di tengah badai: Taruhan besar bank sentral AS saat penyelidikan pidana bergulir
Partai pro-militer Myanmar klaim mayoritas dalam pemilihan umum yang didukung oleh junta
Ketua The Fed Powell terancam dakwaan pidana dari pemerintahan Trump
Trump 'segera berlakukan' tarif 25 persen pada negara yang berdagang dengan Iran
Surat Mamdani ke aktivis India ungkap pemerintah Modi pakai UU anti-teror melawan Muslim
Apakah keputusan Trump keluar dari PBB merusak citra AS sebagai pembela hukum internasional?
Apa yang ingin AS dapatkan dari Venezuela pasca-Maduro?
EKSKLUSIF: Pengacara Maduro, Bruce Fein, mengatakan serangan AS menculik pemimpin Venezuela adalah tindakan yang tidak konstitusional
Setahun berada di ambang batas, dapatkah jabat tangan simbolis meredakan ketegangan India-Pakistan?
Meski diculik, sidang di AS tetap berjalan; Maduro bisa klaim ‘kekebalan kepala negara’
Ketika dunia berubah menjadi 'pasar diplomatik', siapakah yang akan berbicara untuk mereka yang tak bersuara di tahun 2026?
Uni Eropa menolak untuk mengakui presiden sementara Venezuela
Chevron terus mengirimkan minyak Venezuela, tetapi hentikan pemuatan untuk pembeli China
Apakah serangan AS terhadap Venezuela menandakan kebangkitan tatanan imperial baru?
Yemen, UEA, dan bahaya permainan kekuasaan di kawasan yang rawan
Zohran Mamdani resmi dilantik sebagai wali kota New York dalam upacara bersejarah
Bulgaria resmi adopsi euro di tengah ketidakpastian politik dan gelombang protes
Junta Myanmar menuduh pemberontak melakukan serangan 'berbahaya' yang melukai warga sipil
Partai pro-militer Myanmar mengklaim kemenangan awal dalam pemilu yang dijalankan junta