ASIA
2 menit membaca
Ribuan warga Filipina turun ke jalan tuntut transparansi setelah dua topan mematikan
Ribuan warga turun ke jalan di Manila dan Quezon City, menuntut akuntabilitas pemerintah setelah dua topan mematikan dan dugaan korupsi dalam proyek pengendalian banjir.
Ribuan warga Filipina turun ke jalan tuntut transparansi setelah dua topan mematikan
Anggota sekte agama memegang plakat dalam unjuk rasa antikorupsi tiga hari di Taman Rizal, Manila, Filipina, Minggu, 16 November 2025. / AP

Ribuan warga Filipina pada Minggu berkumpul dalam dua aksi massa besar di Metro Manila, menyerukan akuntabilitas dan transparansi pemerintah setelah dua topan mematikan melanda negara itu.

Sebanyak 16.433 personel polisi dikerahkan di dua lokasi utama unjuk rasa: Taman Rizal di Manila, tempat kelompok religius Iglesia Ni Cristo (INC) menggelar “Rally for Transparency and a Better Democracy,” serta Monumen People Power EDSA di Quezon City, lokasi penyelenggaraan aksi terpisah oleh United People’s Initiative (UPI).

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr memantau langsung gelombang protes besar tersebut, kata Pelaksana Tugas Sekretaris Kantor Komunikasi Presiden (PCO) Dave Gomez pada Minggu, menurut Philippine News Agency.

“Ya, presiden sedang memantau hari ini,” ujar Gomez kepada wartawan, ketika ribuan anggota dan pendukung INC memulai aksi tiga hari mereka di Taman Rizal, Manila.

Pada pukul 11 siang (03.00 GMT), Pemerintah Kota Manila melaporkan 27.000 peserta.

Sementara itu, aksi di Quezon City yang digelar United People’s Initiative—kelompok yang dipimpin para perwira militer purnawirawan—bertujuan menegakkan nilai-nilai demokrasi dengan menyerukan akuntabilitas dan transparansi yang lebih besar di tubuh pemerintah.

Tak ada agenda politik dalam aksi tersebut, kata Sekretaris Jenderal UPI Rey Valeros kepada wartawan, menurut Inquirer.

“Tidak ada politisi yang boleh berbicara. Kami hanya mengizinkan jika mereka membahas persoalan bangsa, seperti korupsi,” ujarnya.

Aksi protes ini muncul setelah negara Asia Tenggara itu dihantam Topan Fung-wong dan Kalmaegi bulan ini, yang menewaskan setidaknya 259 orang dan memengaruhi jutaan lainnya, sementara 114 orang masih hilang.

Pada September lalu, ribuan warga juga menggelar unjuk rasa di berbagai wilayah Filipina, termasuk Manila, menentang dugaan korupsi.

Gelombang protes meletus setelah terungkap adanya kecurangan massal dalam sekitar 9.855 proyek pengendalian banjir senilai lebih dari 545 miliar peso (US$9,5 miliar).

Para demonstran menuntut pertanggungjawaban pejabat korup, publikasi laporan aset, liabilitas, dan kekayaan bersih, serta penandatanganan surat pelepasan kerahasiaan bank oleh seluruh pejabat pemerintah.

TerkaitTRT Indonesia - 1,4 juta orang dievakuasi saat badai topan mematikan Fung-wong hantam Filipina
SUMBER:Anadolu Agency
Jelajahi
Kabut asap karhutla dari Indonesia selimuti Kuala Lumpur, 108 sekolah di Sarawak ditutup
Latihan bersama China di timur Taiwan dinilai rutin, TNI AL tegaskan diplomasi maritim
Perkuat jalur laut vital, Indonesia, Malaysia, dan Singapura gelar latihan keamanan maritim bersama
Kebakaran KMP Putri Yasmin, satu orang meninggal dan 106 dievakuasi
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak dan geopolitik Timur Tengah
Eks Menag Yaqut didakwa rugikan negara Rp622 miliar dalam kasus kuota haji
KPK tahan 4 tersangka dugaan korupsi iklan Bank BJB, rugikan negara Rp223,6 miliar
Indonesia finalisasi kontrak tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026
Ratusan senjata api dan narkoba ditemukan di sekolah, Menteri PPPA minta hak siswa tetap dilindungi
Prabowo terima laporan B50, dorong reformasi BUMN untuk ketahanan energi nasional
Destry Damayanti jadi kandidat tunggal gubernur BI, pasar soroti arah kebijakan Prabowo
Mobil Drag Race tabrak penonton di Kotamobagu, 8 tewas dan 9 terluka
BNN bersama tim gabungan gagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin senilai Rp4,55 triliun di Kepri
ASEAN peringati hari jadi ke-59 , Indonesia dorong persatuan dan lindungi kepentingan rakyat
OJK catat aset industri keuangan syariah tembus Rp3.131 triliun pada 2025
BGN investigasi dapur MBG di Jayapura setelah 527 orang diduga keracunan makanan
Petani karet Indonesia ramai-ramai beralih ke kelapa sawit akibat anjloknya harga
Destry Damayanti jadi calon kuat gubernur BI gantikan Perry Warjiyo
Bahlil dorong peningkatan produksi migas Aceh, sebut Andaman jadi prioritas strategis
Restrukturisasi Whoosh: Indonesia ambil alih kendali usai amankan mayoritas saham KCIC dari China