ASIA
1 menit membaca
1.683 personel gabungan disiagakan amankan aksi buruh dan ojol di Jakarta Pusat
Sebanyak 1.683 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa buruh dan pengemudi ojek online di Jakarta Pusat, Kamis. Polisi menegaskan pengamanan dilakukan secara humanis dan persuasif.
1.683 personel gabungan disiagakan amankan aksi buruh dan ojol di Jakarta Pusat
FOTO ARSIP: Pengemudi ojek online berunjuk rasa di Jakarta. / Reuters
3 jam yang lalu

Polda Metro Jaya menyiagakan 1.683 personel gabungan dari unsur Polda, Polres, dan Polsek untuk mengawal aksi unjuk rasa yang digelar buruh, pengemudi ojek online, serta sejumlah elemen masyarakat di wilayah Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung mengatakan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat dan penghormatan terhadap hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Pada Kamis (15/1), aksi unjuk rasa berlangsung di dua titik, yakni di depan Gedung DPR/MPR yang diikuti buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), serta di kawasan Silang Selatan Monas yang digelar Dewan Presidium Pusat Koalisi Ojol Nasional bersama elemen massa lainnya.

Untuk pengamanan di kawasan Gedung DPR/MPR, polisi mengerahkan 685 personel. Sebelum aksi dimulai, aparat menggelar Tactical Wall Game dan apel kesiapan guna memetakan potensi dinamika massa. Sementara di kawasan Monas, sebanyak 998 personel gabungan disiagakan.

Reynold mengimbau seluruh peserta aksi menjaga ketertiban, tidak melakukan provokasi, serta menghindari tindakan anarkis. Polisi juga meminta aksi dilakukan secara damai tanpa mengganggu pengguna jalan.

Terkait lalu lintas, rekayasa arus kendaraan akan diterapkan secara situasional. Masyarakat diimbau mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan di sekitar lokasi aksi.

TerkaitTRT Indonesia - 1.541 personel kepolisian dikerahkan untuk amankan aksi Ojol di Jakarta Pusat
SUMBER:TRT Indonesia