Gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo mengguncang perairan di selatan Filipina pada Rabu (7/01/2025), sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan signifikan, menurut otoritas setempat.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa dengan magnitudo 6,7 tersebut terjadi di laut pada kedalaman sekitar 10 kilometer, dengan pusat gempa berada kurang lebih 68 kilometer di sebelah timur Baculin, sebuah desa di wilayah Hinatuan, Provinsi Surigao del Sur.
Sementara itu, lembaga seismologi Filipina, Phivolcs, mengukur kekuatan gempa sedikit lebih rendah, yakni magnitudo 6,4, dengan kedalaman 23 kilometer.
Phivolcs memperingatkan potensi kerusakan lokal dan kemungkinan gempa susulan menyusul guncangan tersebut. Meski demikian, aparat kepolisian dan pejabat penanggulangan bencana di sekitar lokasi episentrum menyatakan belum menerima laporan adanya korban luka maupun kerusakan infrastruktur.
“Gempanya tidak terlalu kuat, tetapi warga sempat berhamburan keluar rumah,” kata Kepala Kepolisian Hinatuan, Joey Monato.
Direktur Phivolcs, Teresito Bacolcol, menjelaskan bahwa lokasi pusat gempa berada kurang dari 10 kilometer dari area yang sebelumnya dilanda dua gempa kuat pada Oktober lalu, yang menewaskan tujuh orang.
Namun, ia menegaskan bahwa gempa terbaru ini tidak berpotensi memicu tsunami yang merusak. “Gempa ini tidak akan menghasilkan gelombang tsunami yang destruktif karena kedalamannya,” ujar Bacolcol melalui sambungan telepon.
Sama seperti halnya Indonesia, Filipina berada di kawasan Cincin Api Pasifik, jalur seismik aktif yang kerap mengalami gempa bumi dan aktivitas vulkanik.



















