Gunung Semeru mengalami enam kali erupsi dalam kurun tiga jam pada Senin (28/9), dengan letusan tertinggi mencapai 900 meter di atas puncak.
Erupsi pertama tercatat pada pukul 18.14 WIB dengan kolom abu setinggi sekitar 400 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang bergerak ke arah selatan.
Erupsi berikutnya terjadi pada pukul 18.35 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 800 meter. Selanjutnya, pada pukul 18.53 WIB, letusan mencapai 900 meter di atas puncak dan abu bergerak ke arah barat daya.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali mengalami erupsi pada pukul 20.06 WIB dengan kolom abu setinggi sekitar 800 meter. Dua erupsi berikutnya terjadi pada pukul 20.42 WIB dan 21.01 WIB, dengan tinggi kolom abu masing-masing sekitar 900 meter dan 600 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan kolom abu pada sejumlah erupsi tersebut berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang.
Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi.
Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru juga dilarang karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar.
Masyarakat diimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.























