DUNIA
2 menit membaca
Menkes Budi Gunadi dorong AS kembali ke WHO dalam bursa calon Dirjen
Calon Direktur Jenderal WHO asal Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyerukan agar Amerika Serikat kembali bergabung ke badan kesehatan dunia tersebut demi menghadapi potensi pandemi di masa depan.
Menkes Budi Gunadi dorong AS kembali ke WHO dalam bursa calon Dirjen
Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin di Jakarta. / reuters

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, yang menjadi salah satu kandidat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), meminta Amerika Serikat kembali bergabung dengan badan kesehatan dunia tersebut setelah keluar pada awal tahun ini.

Dalam wawancara khusus dengan Reuters di Jakarta, Budi mengatakan pendekatan masing-masing negara tidak akan cukup untuk menghadapi krisis kesehatan global. Menurutnya, ancaman pandemi baru hanya dapat ditangani melalui kerja sama internasional.

“Banyak negara anggota merasa bahwa AS harus kembali. AS harus kembali,” kata Budi. Ia juga menyebut memiliki hubungan komunikasi yang baik dengan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Robert F. Kennedy Jr.

Budi menjadi satu dari enam kandidat yang bersaing untuk menggantikan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Lima kandidat lainnya berasal dari Qatar, Arab Saudi, Spanyol, Botswana, dan Belgia.

Keputusan AS untuk keluar dari WHO pada Januari di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump membuat organisasi tersebut kehilangan salah satu sumber pendanaan terbesarnya. Trump sebelumnya mengkritik penanganan WHO terhadap pandemi COVID-19, tuduhan yang dibantah organisasi tersebut.

Dorong WHO kembali ke mandat utama

Budi, yang merupakan satu-satunya kandidat tanpa latar belakang medis, membawa pengalaman sebagai mantan bankir dan pejabat yang memimpin program vaksinasi nasional Indonesia untuk sekitar 280 juta penduduk.

Jika terpilih, ia ingin mendorong perbaikan tata kelola keuangan sekaligus mengembalikan WHO pada mandat utamanya. Menurut Budi, organisasi tersebut perlu lebih fokus pada penetapan norma dan standar kesehatan berbasis sains.

Ia juga menekankan pentingnya efisiensi penggunaan anggaran. Salah satu gagasannya adalah memperkuat kerja sama dengan lembaga pembiayaan pembangunan, seperti Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB), untuk membantu negara berkembang menyusun program kesehatan nasional sesuai kebutuhan masing-masing.

Pencalonan Budi mendapat dukungan Presiden Prabowo Subianto yang secara pribadi mengusulkannya pada awal tahun ini. WHO dijadwalkan mengumumkan daftar resmi kandidat pada Oktober, sementara pemilihan direktur jenderal baru akan berlangsung pada Mei tahun depan.

TerkaitTRT Indonesia - WHO memberi peringatan terhadap 'skala dan kecepatan' wabah Ebola mematikan di DRC
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi