BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Bank Dunia setujui dana $1 miliar untuk rekonstruksi sektor vital di Irak, Suriah, dan Lebanon
Dana ini akan mendukung modernisasi transportasi di Irak, infrastruktur listrik dan kebutuhan penting lainnya di Suriah, serta proyek pemulihan di Lebanon setelah serangan Israel terhadap area permukiman.
Bank Dunia setujui dana $1 miliar untuk rekonstruksi sektor vital di Irak, Suriah, dan Lebanon
Mobil dan sepeda motor melaju di dekat bangunan yang rusak di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 23 Juni 2025. / Reuters
25 Juni 2025

Bank Dunia menyatakan telah menyetujui lebih dari $1 miliar untuk proyek infrastruktur dan rekonstruksi di Irak, Suriah, dan Lebanon.

Jumlah terbesar dialokasikan untuk Irak, di mana Bank Dunia menyetujui pendanaan sebesar $930 juta guna membantu peningkatan infrastruktur perkeretaapian, mendorong perdagangan domestik, menciptakan lapangan kerja, dan mendiversifikasi perekonomian negara tersebut.

Bank Dunia menyebut proyek Perluasan dan Modernisasi Kereta Api Irak ini akan meningkatkan layanan serta kapasitas pengangkutan barang dari Pelabuhan Umm Qasr di Teluk Persia, wilayah selatan Irak, menuju kota Mosul di utara.

“Seiring Irak beralih dari tahap rekonstruksi menuju pembangunan, peningkatan perdagangan dan konektivitas dapat mendorong pertumbuhan, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan pada minyak,” ujar Jean-Christophe Carret, Direktur Regional World Bank untuk Timur Tengah.

Sementara itu di Lebanon, yang tengah berupaya pulih dari serangan Israel selama 14 bulan dalam konflik dengan Hezbollah, Bank Dunia menyetujui dana sebesar $250 juta untuk mendukung perbaikan mendesak dan pembangunan kembali infrastruktur publik serta layanan penting lainnya.

Untuk Suriah yang masih dilanda konflik, Bank Dunia menyetujui hibah sebesar $146 juta guna membantu pemulihan pasokan listrik yang andal dan terjangkau, sekaligus mendukung pemulihan ekonomi negara tersebut.

Proyek Darurat Listrik Suriah ini dirancang untuk memperbaiki jaringan transmisi dan gardu induk yang rusak akibat perang.

Bulan lalu, Suriah menandatangani kesepakatan dengan konsorsium perusahaan asal Qatar, Turkiye, dan Amerika Serikat untuk membangun proyek energi berkapasitas 5.000 megawatt guna menghidupkan kembali sebagian besar jaringan listrik yang hancur akibat konflik.

TerkaitTRT Global - Arab Saudi dan Qatar akan melunasi utang Suriah sebesar $15 juta dolar ke Bank Dunia

SUMBER:TRT World and Agencies
Jelajahi
Larangan media sosial anak-anak di Australia berdampak pada penghapusan 4,7 juta akun
Harga minyak naik karena potensi gangguan pasokan dari Iran
Indonesia–China perkuat kerja sama strategis ekonomi, dorong investasi Rp36,7 triliun
Prabowo resmikan proyek RDMP Balikpapan senilai Rp123 triliun
Bursa saham Indonesia dan negara Asia lain menguat di awal pekan
Indonesia dan Pakistan dorong peningkatan perjanjian dagang menuju CEPA
Trump sebut bisa cegah ExxonMobil berinvestasi di Venezuela usai bertemu CEO
Otoritas Inggris selidiki X terkait citra seksual dari Grok
Pakistan dan Indonesia kian dekat capai kesepakatan drone dan jet tempur, termasuk JF-17 — laporan
Logam berharga mencapai rekor tertinggi di tengah ketidakstabilan global, konflik Trump-Fed
Meta nonaktifkan lebih setengah juta akun di bawah usia 16 tahun di Australia
Pelanggaran data Instagram mengekspos informasi pribadi lebih dari 17 juta pengguna: Laporan
Kampung haji di Thakher disiapkan untuk 22.000 jemaah Indonesia
Pertemuan luar angkasa terbesar di dunia akan berlangsung di Türkiye pada bulan Oktober ini
Pertamina EP temukan sumur baru dengan potensi 3.442 barel minyak di Sumatera
Nvidia memperdalam kemitraan dengan Siemens untuk bentuk kembali sistem AI industri
Surplus dagang meleset dari perkiraan, inflasi Desember meningkat
Inflasi Desember 2025 tercatat 2,92 persen, Aceh jadi yang tertinggi
IHSG menguat pada pembukaan pasar di tengah ketegangan AS–Venezuela
Tesla kehilangan gelar produsen mobil listrik terbesar di dunia dari BYD