Wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), diguncang gempa bumi menengah berkekuatan magnitudo 5,2 (dengan parameter pemutakhiran magnitudo 5,0) pada Rabu (7/10) pukul 04.15 WITA.
Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan menjelaskan bahwa gempa darat tersebut dipicu oleh deformasi batuan dalam lempeng pada zona subduksi Lempeng Indo-Australia dengan mekanisme pergerakan turun. Pusat gempa tercatat berada di darat pada kedalaman 82 hingga 92 kilometer, berlokasi sekitar 9 hingga 14 kilometer sebelah tenggara Kabupaten Lombok Barat.
Guncangan gempa ini dirasakan kuat oleh masyarakat di berbagai wilayah. Di Kota Mataram, getaran dirasakan pada skala IV hingga V MMI, yang membuat hampir seluruh penduduk merasakan dan terbangun dari tidur. Sementara itu, getaran dengan skala III hingga IV MMI dirasakan di Lombok Tengah; skala III MMI di Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Sumbawa; serta skala II hingga III MMI di Kuta dan Denpasar, Bali.
Hingga pukul 04.45 WITA, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi satu kali aktivitas gempa susulan berkekuatan magnitudo 1,3.
Meskipun sempat memicu kepanikan warga, BMKG memastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang mengalami retak atau rusak akibat gempa, serta tidak mudah mempercayai informasi yang bersumber dari pihak yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.



















