ASIA
2 menit membaca
Indonesia serukan ASEAN tetap menjadi ruang damai di tengah eskalasi ketegangan global
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan pentingnya persatuan dan sentralitas ASEAN agar Asia Tenggara tetap menjadi kawasan stabil dan tidak terseret rivalitas kekuatan besar.
Indonesia serukan ASEAN tetap menjadi ruang damai di tengah eskalasi ketegangan global
FOTO ARSIP: Menlu Sugiono menghadiri pembukaan Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, 25 Mei 2025. / AP
3 jam yang lalu

Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menyerukan agar ASEAN kembali berpegang pada tujuan awal pembentukannya, yakni menjaga Asia Tenggara sebagai kawasan damai, bebas dari unjuk kekuatan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 yang digelar di Kementerian Luar Negeri pada Rabu, 14 Januari 2026. 

Menurutnya, sejak awal ASEAN dirancang untuk memastikan perbedaan antarnegara dikelola melalui dialog dan kerja sama, bukan tekanan maupun konfrontasi. Ia menilai peran ASEAN kian vital di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi mengguncang stabilitas kawasan.

Menlu menyebut ASEAN sebagai jangkar stabilitas Asia Tenggara sekaligus platform utama untuk mencegah kawasan ini berubah menjadi arena unjuk kekuatan oleh negara-negara besar. Peran tersebut hanya dapat dijalankan secara efektif apabila persatuan dan sentralitas ASEAN terus dijaga bersama.

“Persatuan adalah kunci untuk mencegah fragmentasi, sementara sentralitas memastikan ASEAN tetap memimpin arsitektur kawasan dan tidak terseret dalam rivalitas kekuatan besar,” ujarnya. 

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia tekankan penguatan sinergi ASEAN hadapi tantangan keamanan di kawasan

Dalam pidatonya, Menlu RI itu turut menyinggung dinamika internal ASEAN sepanjang tahun lalu, termasuk krisis yang melibatkan sejumlah negara anggota. Ia menilai perkembangan tersebut sebagai pengingat bahwa perdamaian di Asia Tenggara tidak boleh dianggap remeh dan harus terus dirawat melalui penahanan diri, penghormatan terhadap kedaulatan, serta komitmen pada penyelesaian damai.

Pada peringatan 50 tahun Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) tahun ini, Indonesia menyampaikan keprihatinan atas melemahnya kepatuhan terhadap prinsip-prinsip perjanjian tersebut. 

Meski mengakui bahwa di luar kawasan rivalitas kekuatan besar semakin menguat, Sugiono menegaskan bahwa Asia Tenggara memiliki aturan main yang harus dihormati, termasuk prinsip non-intervensi, penyelesaian sengketa secara damai, penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial, serta penguatan sentralitas ASEAN harus tetap menjadi pedoman bersama.

Menutup pernyataannya, Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk bekerja sama erat dengan Keketuaan ASEAN bergilir yang kini dipegang Filipina guna memastikan kesinambungan agenda kawasan, termasuk mendorong penyelesaian Code of Conduct di Laut China Selatan yang sejalan dengan Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS).

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dorong Türkiye sebagai mitra dialog ASEAN, serukan kerjasama lebih dalam
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi