Penguatan ekonomi halal kembali menjadi sorotan dalam dua forum besar yang berlangsung di Jakarta, ketika Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendorong ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam keterangannya pada Selasa, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menekankan bahwa penguatan ekosistem halal nasional dapat mengubah posisi Indonesia dari sekadar pasar menjadi pemain utama dalam rantai pasok halal global.
“Hari ini, kita telah menjadi pusat halal dunia. Banyak negara mengundang kita dan meminta informasi, dan hanya dari kita. Saya mendesak Kadin untuk lebih aktif dalam merumuskan strategi,” ujarnya
Menurut BPJPH, pertumbuhan industri halal global terus menunjukkan tren positif, tidak hanya pada makanan dan minuman, tetapi juga merambah ke sektor fesyen, farmasi, kosmetik, logistik, hingga pariwisata. Kenaikan permintaan terjadi seiring meningkatnya kesadaran masyarakat dan berkembangnya gaya hidup halal.
Ekosistem pariwisata halal
Kadin Indonesia melalui Bidang Sosial menyelenggarakan Rakornas bertema “Cross-Sector Synergy Toward an Inclusive & Sustainable Economy to Achieve Indonesia Incorporated” di Kadin Tower, Jakarta Selatan.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyoroti pentingnya kolaborasi menyeluruh antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Ini adalah semangat Indonesia Incorporated, tidak boleh ada sekat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Kita harus bergerak dalam satu orkestrasi nasional untuk mencapai pertumbuhan 8 persen dan menghapus kemiskinan ekstrem,” kata Anindya.
Ia menyampaikan sektor pariwisata, maritim, dan olahraga sebagai tiga penggerak ekonomi dengan efek yang besar, dan menekankan besarnya potensi ekosistem wisata halal serta layanan haji–umrah.
BPJPH dan Kadin menegaskan bahwa ekonomi nasional diperlukan penguatan ekosistem halal, pengembangan pariwisata halal, serta penguatan ketahanan sosial.









