DUNIA
2 menit membaca
Penjaga pantai China menyelamatkan 13 pelaut Filipina di perairan yang disengketakan
Gosong Scarborough yang kaya akan ikan, tempat kapal dengan awak di dalamnya terbalik, merupakan titik api dari perselisihan terkadang kekerasan antara Filipina dan China.
Penjaga pantai China menyelamatkan 13 pelaut Filipina di perairan yang disengketakan
Pemandangan udara kapal Penjaga Pantai China yang berlayar di dekat Karang Scarborough yang disengketakan, 13 Agustus 2025. / Arsip Reuters
23 Januari 2026

Kapal-kapal Penjaga Pantai China menarik 13 pelaut Filipina dari perairan yang disengketakan di Laut China Selatan pada hari Jumat setelah sebuah kapal kargo terbalik, kata kedutaan China di Manila.

Kapal M/V Devon Bay berbendera Singapura dan krunya yang berjumlah 21 pelaut Filipina mengirim sinyal darurat pada Kamis sekitar pukul 20.30 (12.30 GMT), kata Penjaga Pantai Filipina.

Menurut Penjaga Pantai China, pencarian terhadap delapan pelaut yang hilang sedang berlangsung.

Kedutaan China mengatakan kapal tersebut "terbalik 55 mil laut barat laut Huangyan Dao", menggunakan nama Beijing untuk Scarborough Shoal yang disengketakan.

Daerah ini sekitar 261 kilometer (162 mil) dari pantai Filipina bagian utara.

TerkaitTRT Indonesia - China menolak klaim Filipina atas Laut China Selatan sebagai 'penyesatan'

"Penjaga Pantai China segera mengerahkan dua kapal ke lokasi untuk pencarian dan penyelamatan. Sampai sekarang, 13 awak telah diselamatkan, dan operasi penyelamatan masih berlangsung," kata kedutaan pada hari Jumat.

Foto yang dirilis oleh kedutaan menunjukkan para pelaut Filipina yang diselamatkan, yang kapal mereka diduga mengangkut bijih besi dari Filipina ke China, mendapat perawatan medis.

Terumbu Scarborough yang kaya ikan menjadi titik panas dari kebuntuan yang terkadang berujung pada bentrokan antara Filipina dan China, yang keduanya mengklaim terumbu dan perairannya sebagai bagian dari wilayah mereka.

Sebuah pernyataan Penjaga Pantai Filipina mengatakan kapal-kapal negara itu sedang menuju ke daerah tempat kapal tersebut terbalik, dan mencatat posisi kapal berada "dalam Zona Ekonomi Eksklusif Filipina".

Kapal itu sudah miring 25 derajat ketika memanggil bantuan, tambahnya.

TerkaitTRT Indonesia - Filipina protes rencana cadangan karang scarborough; China bela langkah ini sebagai hak berdaulat
SUMBER:TRT World & Agencies