Presiden AS Donald Trump telah menandatangani sebuah perintah eksekutif yang menetapkan "Genesis Mission", sebuah inisiatif nasional yang dimaksudkan untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) guna mempercepat penemuan ilmiah, menurut Gedung Putih.
Perintah tersebut pada Senin menggambarkan AI sebagai arena penentu dalam persaingan teknologi global dan menempatkan Amerika Serikat dalam apa yang disebutnya sebagai perlombaan yang menentukan.
"Sejak pendirian Republik kita, penemuan ilmiah dan inovasi teknologi telah mendorong kemajuan Amerika," kata perintah itu, mencatat bahwa tantangan yang dihadapi negara tersebut menuntut sebuah "upaya nasional bersejarah".
"Perintah ini meluncurkan 'Genesis Mission' sebagai upaya nasional yang terfokus dan terkoordinasi untuk membuka era baru inovasi dan penemuan yang dipercepat AI yang dapat memecahkan masalah paling menantang di abad ini," katanya.
Berdasarkan perintah itu, Departemen Energi (DOE) akan memimpin inisiatif tersebut dengan membangun American Science and Security Platform yang terintegrasi — sebuah sistem AI terpadu yang menggabungkan superkomputer laboratorium nasional, lingkungan cloud yang aman, agen AI, model prediktif, dan akses ke kumpulan data ilmiah yang dikurasi pemerintah terbesar di dunia.
DOE diberi waktu 90 hari untuk memetakan seluruh sumber daya komputasi dan penyimpanan federal yang tersedia, termasuk kemungkinan kemitraan dengan industri, dan 120 hari untuk mengidentifikasi dataset dan aset model AI pertama yang akan digunakan.
Dalam waktu 270 hari, departemen diharapkan mendemonstrasikan kemampuan operasional awal platform tersebut.














