DUNIA
2 menit membaca
Palestina dan negara mitra BRICS dorong langkah tegas hentikan agresi Israel
Palestina sambut deklarasi KTT BRICS di New Delhi, sementara negara mitra serukan penolakan tegas atas kolonialisme pemukim Israel.
Palestina dan negara mitra BRICS dorong langkah tegas hentikan agresi Israel
Palestina menyambut baik Deklarasi New Delhi yang disepakati secara bulat dalam KTT BRICS ke-18 di India (12–13 September 2026). / AP Archive

Pemerintah Palestina menyambut hangat deklarasi akhir Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India.

Kementerian Luar Negeri Palestina mengapresiasi penegasan sikap blok ekonomi tersebut yang konsisten mendukung hak-hak rakyat Palestina dan menolak segala bentuk pengusiran paksa dari tanah air mereka, termasuk di Yerusalem.

Mengutip laporan Anadolu Agency, Kementerian Luar Negeri Palestina menilai poin-poin dalam Deklarasi New Delhi telah sejalan dengan hukum internasional serta resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Deklarasi tersebut memuat seruan penghentian pendudukan Israel, komitmen terhadap solusi dua negara, serta dukungan atas keanggotaan penuh Palestina di PBB. Selain itu, BRICS juga menegaskan pentingnya perlindungan bagi lembaga bantuan UNRWA dan kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Otoritas Palestina mendesak komunitas internasional untuk segera menerjemahkan komitmen politik tersebut ke dalam langkah nyata. Pihaknya menegaskan bahwa penegakan resolusi internasional sangat krusial demi menghentikan aksi permukiman ilegal, aneksasi wilayah, dan kejahatan pendudukan. Langkah ini dinilai menjadi kunci utama mewujudkan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Dalam dokumen deklarasi bersama yang disahkan pada Sabtu, para pemimpin BRICS mengutuk keras pengusiran paksa warga Palestina dari Gaza dan Tepi Barat. Blok tersebut juga menyampaikan imbauan agar semua pihak menjaga gencatan senjata di Gaza secara berkelanjutan dan menjamin akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.

Kritik tajam negara mitra atas kolonialisme dan dampak agresi

Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan pidato tegas pada sesi terbuka KTT BRICS hari kedua di New Delhi. Anwar menyerukan agar BRICS menolak secara lugas praktik pendudukan, kolonialisme pemukim, serta aksi terorisme pemukim yang dilancarkan Israel di Timur Tengah.

Ia menegaskan bahwa agresi militer di kawasan tersebut telah menimbulkan dampak luas jauh melampaui wilayah konflik, melambungkan angka inflasi, serta mengganggu stabilitas ekonomi global.

Eskalasi militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran belakangan ini juga berisiko mengancam jalur pelayaran vital dan pasokan energi dunia.

Dalam forum yang dihadiri para pemimpin anggota dan negara mitra BRICS tersebut, Malaysia mendorong penguatan kemitraan konkret antarnegara berkembang.

Anwar menekankan pentingnya menghapuskan praktik perdagangan yang tidak adil, memperkuat kerja sama teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor, serta memanfaatkan instrumen keuangan alternatif seperti New Development Bank dan pasar modal syariah demi menghindari jebakan utang.

TerkaitTRT Indonesia - Presiden Prabowo pertegas peran strategis Indonesia di KTT BRICS New Delhi
SUMBER:TRT Indonesia