PERANG GAZA
2 menit membaca
PBB: Gencatan senjata di Gaza 'lemah' dan 'sering dilanggar', meminta semua patuhi kesepakatan
"Saya sangat meminta agar gencatan senjata benar-benar dihormati dan membuka jalan bagi negosiasi tahap kedua," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
PBB: Gencatan senjata di Gaza 'lemah' dan 'sering dilanggar', meminta semua patuhi kesepakatan
Israel telah membunuh hampir 70.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dalam genosida sejak Oktober 2023. / Reuters

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggambarkan gencatan senjata di Gaza sebagai "lemah" dan "berkali-kali dilanggar" sambil mendesak agar gencatan senjata itu dihormati dan digunakan untuk memajukan upaya perdamaian.

"Gencatan senjata di Gaza lemah, berkali-kali dilanggar, tetapi tetap bertahan. Dan saya sangat mendesak agar gencatan senjata itu dihormati sepenuhnya dan membuka jalan bagi negosiasi fase kedua, yang mengarah pada terciptanya kondisi bagi penentuan nasib sendiri rakyat Palestina dan pembentukan solusi dua negara," kata Guterres pada konferensi pers di markas besar PBB di New York pada hari Rabu.

Menyatakan bahwa operasi kemanusiaan di Gaza sedang diperluas meskipun hambatan masih ada, ia mengatakan: "Memang, saat ini kami secara substansial meningkatkan bantuan kemanusiaan di Gaza, meskipun masih ada beberapa hambatan dan kesulitan yang belum teratasi."

Dan langkah selanjutnya bagi PBB tentu akan ditentukan oleh Dewan Keamanan," tambahnya.

TerkaitTRT Indonesia - Rubio peringatkan bahwa kekerasan penghuni ilegal di Tepi Barat dapat membahayakan upaya perdamaian di Gaza

Kekhawatiran dan pembatasan

Sebelumnya pada hari itu, menteri-menteri G7 menyatakan keprihatinan atas pembatasan Israel terhadap masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Para menteri, bersama dengan Sekretaris Negara AS Marco Rubio, memperingatkan bahwa kekerasan pemukim Israel yang ilegal di Tepi Barat yang diduduki dapat merusak upaya perdamaian di Gaza.

Israel telah membunuh hampir 70.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dalam genosida di kawasan yang diblokade sejak Oktober 2023.

Negara itu telah menjadikan sebagian besar kawasan tersebut reruntuhan dan menggusur hampir seluruh penduduknya.

SUMBER:TRT World and Agencies
Jelajahi
Indonesia, negara Muslim gelar pertemuan di Yordania perkuat dukungan bagi Yerusalem dan Palestina
Indonesia kecam serangan Israel di Gaza, desak penghentian operasi militer
Indonesia kecam eskalasi kekerasan di Tepi Barat, desak dialog diplomasi
Relawan Indonesia laporkan Netanyahu ke Kejagung atas dugaan kejahatan kemanusiaan armada Gaza
Gembala-gembala Palestina kehilangan tanah seiring pemukiman Israel meluas
Penduduk Israel ilegal menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa, meneriakkan slogan-slogan provokatif
AS luncurkan serangan baru terhadap Iran saat Trump mengatakan kesepakatan masih 'mungkin' tercapai
Palestina desak PBB bertindak terkait penahanan Direktur RS Gaza Dr Hussam Abu Safiya
Israel teken kesepakatan US$2,3 miliar untuk perluas permukiman ilegal di Tepi Barat
Israel kembali membunuh 8 warga Palestina di Gaza, termasuk anak berusia 9 tahun bernama Tala
Juru bicara Hamas Hazem Qassem dilaporkan selamat dari upaya pembunuhan oleh Israel
Apa yang akan terjadi selanjutnya saat Hamas menyerahkan administrasi Gaza ke panel yang didukung PBB?
5 hal yang perlu diketahui tentang pembubaran pemerintah Gaza
Tiga anak termasuk dalam 10 warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Gaza
Bagaimana sebuah kasus pengadilan dapat menghentikan aliran dana negara bagian AS ke kas perang Israel
Israel menghancurkan pendidikan di Gaza, dan dengan demikian, masa depan anak-anak
Hamas tuduh Israel ciptakan 'kekosongan administrasi' di Gaza
Bayi Palestina meninggal setelah ambulans terhambat di pos pemeriksaan Israel
Israel setujui 13 permukiman ilegal, Palestina memperingatkan isolasi Yerusalem Timur yang diduduki
Bagaimana hegemoni hidro Israel telah menyebabkan kekurangan air dan krisis kemanusiaan di Gaza