Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekad pemerintah untuk memperluas akses pendidikan dengan membangun 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, pemerintah menargetkan berdirinya 100 sekolah baru yang diprioritaskan untuk wilayah dengan tingkat ekonomi terlemah.
Saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Margaguna, Jakarta Selatan, pada Kamis, Prabowo menekankan perlunya langkah berkelanjutan agar anak-anak dari keluarga pra sejahtera tidak kehilangan kesempatan bersekolah.
“Anak-anak yang tadinya mungkin merasa rendah diri karena orang tuanya sangat susah hidupnya kita tarik keluar, kita beri lingkungan yang sebaik-baiknya supaya dia percaya diri dan dia dapat pendidikan yang terbaik yang bisa kita berikan,” katanya menurut laporan resmi Kementerian Sekretariat Negara RI.
Dalam penjelasannya, Kepala Negara menyampaikan rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang menjangkau kelompok masyarakat lebih luas.
“Kalau istilah statistik desil, desil 1 dan 2. Tapi saya sedang juga merencanakan untuk desil 2, 3, 4, dan 5. Ini sedang kita rencanakan supaya semua anak-anak kita harus mengalami pendidikan dengan fasilitas yang bagus. Kita tidak boleh ketinggalan dengan bangsa lain. Itu cita-cita kita. Insyaallah kita akan sampai ke situ,” ungkap Presiden.
Penilaian fasilitas
Prabowo meninjau asrama pelajar, ruang kelas, fasilitas olahraga, serta sarana penunjang pembelajaran lain, dan berinteraksi dengan siswa dan tenaga pengajar. Ia menilai fasilitas yang ada di SRMA Margaguna telah memenuhi standar yang baik, dan menyebut keberadaan asrama serta sarana pendukung lainnya sebagai contoh nyata peningkatan kualitas pendidikan.
Dalam keterangannya, Presiden menyebut hingga kini terdapat 100 Sekolah Rakyat yang sudah beroperasi. Jumlah itu diperkirakan meningkat menjadi 165 unit pada akhir September.
Prabowo menekankan bahwa capaian tersebut tercapai dari kerja sama banyak pihak, dari Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, hingga para guru dan pengelola asrama.
Kunjungan ke Margaguna disebut Presiden sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap pemerataan kualitas pendidikan. Pemerintah berkomitmen memperkuat inisiatif pendidikan masyarakat agar anak-anak dari berbagai lapisan bisa menikmati fasilitas setara dengan negara lain.















