Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan pemantauan selama 24 jam terhadap Bibit Siklon Tropis 91S yang berada di Samudra Hindia, tepatnya di sebelah barat Lampung. Sistem cuaca ini diperkirakan dapat meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah Sumatera, meski efeknya bersifat tidak langsung.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan bahwa aktivitas atmosfer yang sedang menguat berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung. Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan.
“Masyarakat juga harus waspada adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di Samudra Hindia mulai dari sebelah barat Nias hingga selatan Banten, serta di perairan Selat Sunda bagian Selatan,” ujarnya saat menyampaikan keterangan di Sibolga, Sumatera Utara, pada Rabu.
Siklon tropis
BMKG menilai peluang sistem ini untuk berubah menjadi siklon tropis dan mencapai daratan, sebagaimana yang pernah terjadi pada Siklon Tropis Senyar, berada pada kategori rendah.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa 91S diperkirakan bergerak menuju selatan hingga barat daya pada Kamis siang atau sore, sebelum menunjukkan pola pergerakan yang stabil menjauh dari wilayah Indonesia pada 12 Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan BNPB dan BPBD telah dilakukan untuk memastikan langkah mitigasi sesuai kondisi cuaca yang mungkin terpengaruh oleh keberadaan bibit siklon tersebut.
Sementara itu, Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, meminta masyarakat di pesisir barat–selatan Sumatera hingga Banten waspadai hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi. Sektor kelautan, termasuk pelayaran dan perikanan, diminta menyesuaikan aktivitas berdasarkan peringatan resmi yang berlaku.
BMKG memastikan seluruh informasi terkait perkembangan 91S, peringatan gelombang tinggi, dan pembaruan prakiraan cuaca akan disampaikan melalui kanal resmi secara berkala.














