Indonesia dan Pakistan mempererat hubungan ekonomi bilateral melalui penyelenggaraan forum dagang rempah dan produk pertanian yang digelar secara hibrida di Karachi pada 6 Januari 2026.
Forum yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Karachi bekerja sama dengan Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan RI. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda kunjungan Kementerian Perdagangan Indonesia ke Karachi.
Acara ini dipimpin oleh Konsul Jenderal RI di Karachi Mudzakir MA, bersama Direktur Pengembangan Ekspor Nasional Dr. Miftah Farid. Dengan format hibrida, pelaku usaha Pakistan hadir langsung di kantor KJRI Karachi, sementara eksportir Indonesia mengikuti sesi secara daring.
Dalam sambutan pembukaannya, Mudzakir MA menekankan kedekatan historis dan kultural kedua negara melalui komoditas rempah.
“Indonesia dan Pakistan mungkin terpisah jarak yang jauh, tetapi dalam urusan rempah-rempah, kita memiliki bahasa yang sama,” ujar Mudzakir.
Diskusi dalam forum ini menyoroti posisi Karachi sebagai pusat perdagangan strategis di kawasan, serta peran Indonesia sebagai salah satu produsen rempah berkualitas tinggi di tingkat global. Selain pemaparan produk, sesi dialog juga membahas tantangan dan realitas perdagangan lintas negara, termasuk aspek logistik, biaya pengiriman, dan prosedur pelabuhan.
Pertemuan tersebut mendorong untuk membangun kemitraan jangka panjang, penerapan manajemen risiko melalui pengiriman awal dalam volume terbatas, serta pentingnya standar dan spesifikasi produk menghindari kendala regulasi.
Dengan pendekatan dialog terbuka dan visi jangka panjang, kerja sama Indonesia dan Pakistan di sektor pertanian dan rempah dinilai memiliki prospek pertumbuhan signifikan sepanjang 2026. Produk yang diperdagangkan mencakup antara lain kunyit kering, jahe kering, lengkuas kering, temulawak, serai kering, cengkeh, pala, dan kayu manis.
Forum tersebut menyepakati tindak lanjut berupa pengiriman sampel produk serta komunikasi langsung antar perusahaan untuk merumuskan kesepakatan lebih rinci, mencakup spesifikasi teknis, skema pembayaran, dan pengaturan bisnis lainnya.
Sebagai perwakilan diplomatik Indonesia di Pakistan, KJRI Karachi terus berperan aktif dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara, khususnya melalui fasilitasi perdagangan, kerja sama ekonomi, dan pertukaran budaya di Provinsi Sindh.

















