Indonesia mencatat sekitar 175 ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak Agustus.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Berton Panjaitan mengatakan kasus tersebut tercatat di 63 kabupaten/kota di enam provinsi pada periode 18 Agustus hingga 21 September.
“Akumulasi kasus ISPA sebanyak 175 ribu tercatat di 63 wilayah terdampak di enam provinsi,” kata Berton kepada Anadolu pada Rabu.
Dari jumlah tersebut, 40.363 kasus dialami anak berusia di bawah lima tahun.
Karhutla telah berlangsung selama beberapa bulan, diperparah kondisi cuaca kering sejak Juni yang meningkatkan penyebaran api di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Pemerintah Indonesia telah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel untuk menangani kebakaran sejak Agustus, menurut laporan kantor berita ANTARA yang mengutip data pemerintah.
Jepang juga mengerahkan tiga helikopter CH-47 Chinook dan sekitar 180 personel militer, termasuk kru helikopter dan tim pendukung, untuk membantu operasi pemadaman melalui udara di Kalimantan.
Kementerian Pertahanan Jepang mengirimkan aset tersebut menggunakan kapal Japan Maritime Self-Defense Force JS Kunisaki. Kapal itu juga telah bergerak ke sekitar Ketapang, Kalimantan, sehingga operasi pemadaman dapat dilakukan dari dua lokasi.
Karhutla menyebabkan kabut asap dan memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia. Dampak asap juga dilaporkan mencapai negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura.
















