BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Termasuk Indonesia, Meksiko sahkan tarif baru hingga 35 persen untuk negara-negara Asia
Indonesia termasuk di antara negara-negara Asia yang terkena dampak tarif impor baru Meksiko yang berlaku mulai 1 Januari untuk berbagai barang Indonesia yang memasuki pasar Meksiko.
Termasuk Indonesia, Meksiko sahkan tarif baru hingga 35 persen untuk negara-negara Asia
FOTO ARSIP: Pelabuhan Manzanillo di Meksiko. / Reuters
16 jam yang lalu

Meksiko memberlakukan rezim tarif baru sebesar 35 persen yang menargetkan impor dari negara-negara yang tidak memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan negara Amerika Latin tersebut pada hari Selasa (30/12).

Kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Ekonomi negara tersebut berlaku untuk beberapa negara ekonomi Asia, termasuk Indonesia, China, India, Korea Selatan, dan Thailand.

Berdasarkan keputusan tersebut, Meksiko merevisi bea masuk impor untuk 1.463 kategori produk yang mencakup industri-industri utama seperti manufaktur otomotif, tekstil dan pakaian jadi, plastik, baja, aluminium, peralatan rumah tangga, mainan, furnitur, alas kaki, barang-barang kulit, kertas dan karton, sepeda motor, dan kaca.

Kementerian Ekonomi mengatakan langkah ini dirancang untuk melindungi sekitar 350.000 lapangan kerja di seluruh negeri, khususnya di sektor-sektor yang dianggap rentan terhadap persaingan impor, termasuk alas kaki, tekstil, pakaian jadi, baja, dan manufaktur otomotif. Tarif tersebut juga dipandang sebagai bagian dari upaya Meksiko yang lebih luas untuk apa yang disebutnya sebagai "reindustrialisasi yang berdaulat, berkelanjutan, dan inklusif" dari sektor-sektor strategis ekonomi.

Anggota parlemen Meksiko menyetujui penyesuaian tarif awal bulan ini, menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak ditujukan pada satu negara tertentu, melainkan untuk memperkuat industri yang dianggap vital bagi ketahanan ekonomi nasional.

Pemberlakuan tarif baru ini dimaksudkan untuk meningkatkan kandungan domestik dalam rantai produksi sebesar 15%, mendorong produsen untuk mengganti input impor dengan alternatif yang diproduksi secara lokal.

Para pejabat memperkirakan kebijakan ini dapat menciptakan hingga 1,5 juta lapangan kerja dan meningkatkan investasi domestik hingga 28% dari produk domestik bruto (PDB).

China telah mengkritik langkah tersebut. Sebelumnya awal bulan Desember, juru bicara Kementerian Perdagangan China mengutuk tarif tersebut dan mendesak Meksiko untuk terlibat dalam dialog.

“China selalu menentang kenaikan tarif sepihak dalam segala bentuknya dan mendesak Meksiko untuk segera memperbaiki praktik unilateralisme dan proteksionisme yang keliru tersebut,” kata juru bicara tersebut.

TerkaitTRT Indonesia - Meksiko menyetujui kenaikan tarif saat China peringatkan langkah tersebut merugikan perdagangan utama
SUMBER:AA