Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, mengatakan sembilan jenazah berhasil ditemukan dan dievakuasi sepanjang Senin hingga pukul 18.30 WIB. Dengan tambahan tersebut, total korban meninggal yang telah diserahkan ke Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mencapai 38 orang sejak operasi pencarian dimulai.
Tim SAR gabungan berencana melanjutkan pencarian pada Selasa (27/1) dengan dukungan personel lintas instansi dan 12 unit alat berat yang akan dikerahkan di sejumlah titik terdampak longsor. Penambahan alat berat dinilai penting untuk mempercepat proses evakuasi material longsoran.
Ade menjelaskan, kondisi cuaca sempat menghambat pencarian pada pagi hari karena hujan dan jarak pandang terbatas. Namun, cuaca yang membaik sejak siang hingga sore dimanfaatkan tim untuk mengoptimalkan upaya pencarian korban.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dijadwalkan berlangsung selama 14 hari sesuai penetapan status tanggap darurat bencana. Evaluasi akan dilakukan pada hari ketujuh untuk menentukan langkah selanjutnya.
Klarifikasi data orang hilang
Sementara itu, Kepala Biro Operasi Polda Jawa Barat, Kombes Pol. La Ode Aries El Fathar, meluruskan informasi terkait data 108 orang yang sebelumnya disebut sebagai korban hilang.
Menurutnya, angka tersebut bukan jumlah korban yang hilang, melainkan jumlah masyarakat yang datang ke pos DVI untuk keperluan pemeriksaan ante-mortem. Hingga saat ini, sebanyak 20 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.
La Ode menjelaskan, satu korban bisa dilaporkan oleh dua hingga tiga anggota keluarga, sehingga jumlah pelapor tidak bisa dijadikan acuan jumlah korban hilang. Aparat tetap menerima seluruh laporan masyarakat guna memastikan tidak ada korban yang terlewat dalam proses identifikasi.
Pencarian korban longsor Cisarua masih terus dilakukan seiring upaya penyisiran di area terdampak yang dinilai berisiko tinggi.











