Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan serius atas operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Jakarta menilai langkah tersebut berisiko merusak stabilitas kawasan dan menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa tindakan yang melibatkan ancaman maupun penggunaan kekuatan bertentangan dengan prinsip kedaulatan negara dan diplomasi.
“Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap setiap tindakan yang melibatkan ancaman penggunaan kekuatan. Langkah semacam ini berpotensi menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional, mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi,” ujar Sugiono melalui akun Instagram resmi Kementerian Luar Negeri RI, pada Minggu.
Dalam pernyataan terpisah di platform X, Kementerian Luar Negeri RI menyebut Indonesia terus memantau perkembangan situasi di Venezuela, termasuk demi memastikan keselamatan warga negara Indonesia. Pemerintah juga menyerukan penyelesaian damai melalui penurunan eskalasi dan dialog.
“Indonesia mengimbau seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian damai melalui de-eskalasi dan dialog, dengan tetap mengutamakan perlindungan terhadap warga sipil,” tulis pernyataan Kemlu RI.
Hukum Internasional
Indonesia juga menekankan bahwa masa depan Venezuela sepenuhnya merupakan hak rakyat negara tersebut tanpa intervensi pihak luar dan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sejumlah negara Asia turut mengambil langkah antisipatif demi melindungi warganya.
Di kawasan Asia Tenggara, Malaysia juga menyampaikan sikap tegas. Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan Kuala Lumpur menentang segala bentuk intervensi asing dalam urusan dalam negeri negara lain.
Ketegangan meningkat setelah pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat menyerang fasilitas sipil dan militer di sejumlah wilayah, serta menetapkan status darurat nasional. Washington sebelumnya menuding Presiden Maduro terlibat dalam jaringan perdagangan narkotika, tuduhan yang dibantah Caracas. Sebelum eskalasi militer terjadi, Maduro sempat menyatakan kesiapannya untuk membuka dialog.















