Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memaparkan rencana pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mengawasi pendapatan minyak Venezuela. Ia mengatakan dana dari penjualan minyak yang dikenai sanksi akan digunakan untuk layanan dasar dan ditempatkan di bawah pengawasan Amerika Serikat.
Berbicara pada Rabu dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Rubio menyebut Washington akan mengizinkan Venezuela menjual minyak yang saat ini berada di bawah sanksi AS. Pendapatan dari penjualan tersebut, kata dia, akan diarahkan terlebih dahulu untuk pembiayaan kepolisian, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
“Dana dari penjualan itu akan disimpan dalam sebuah rekening yang berada di bawah pengawasan kami,” ujar Rubio, seraya menambahkan bahwa Departemen Keuangan AS akan mengendalikan proses tersebut.
Venezuela, lanjutnya, “akan menggunakan uang itu untuk kepentingan rakyat Venezuela”.
Rubio mengatakan pengaturan ini dimaksudkan sebagai langkah jangka pendek untuk menstabilkan negara tersebut di tengah proses transisi politik yang sedang berlangsung.
“Ini semata-mata cara untuk membagi pendapatan agar tidak terjadi keruntuhan sistemik, sambil kami mengupayakan pemulihan dan transisi,” ujarnya.
Ia menegaskan Amerika Serikat tidak akan memberikan subsidi untuk investasi di industri minyak Venezuela dan hanya mengawasi penjualan minyak yang terkena sanksi sebagai langkah sementara.
Rubio juga menyampaikan rincian baru mengenai bagaimana Washington berencana mengelola penjualan puluhan juta barel minyak Venezuela serta memantau aliran pendapatannya.
Rubio dalam sorotan
Dalam sidang tersebut, para senator dari kedua partai menekan Rubio untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.
Senator Chris Murphy dari Partai Demokrat asal Connecticut meminta jaminan bahwa penjualan minyak akan dilakukan secara adil dan tidak diatur sedemikian rupa untuk menguntungkan perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Trump.
“Anda mengambil minyak mereka dengan todongan senjata, menahan dan menjual minyak itu… lalu memutuskan bagaimana dan untuk apa uang tersebut digunakan di negara berpenduduk 30 juta orang,” kata Murphy.
“Saya pikir banyak dari kami percaya bahwa ini akan berujung pada kegagalan.”
Rubio mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan Nicolas Maduro, industri minyak Venezuela justru menguntungkan pejabat korup dan pembeli asing, termasuk China.
Ia menambahkan bahwa para pemimpin sementara Venezuela kini membantu Amerika Serikat dalam menyita pengiriman minyak ilegal.
Dana tersebut, yang awalnya dibentuk untuk menghindari persoalan hukum, berada di bawah rezim sanksi AS sebagai mekanisme pemblokiran, kata Rubio.
Ratusan juta dolar disebut telah disisihkan, dengan potensi tambahan hingga US$3 miliar ke depan.






