Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan rangkaian gempa bumi mengguncang Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sepanjang hari Minggu, dengan total tujuh kejadian hingga pukul 19.00 waktu setempat.
BMKG Padang Panjang menyebut gempa utama berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi pada pagi hari dan diikuti enam gempa susulan. Dari keseluruhan aktivitas seismik tersebut, dua gempa dirasakan masyarakat dengan kekuatan magnitudo 4,7 dan 4,6, sementara lima gempa lainnya tidak terasa karena berada di bawah magnitudo 3.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah perbukitan. Curah hujan yang masih berpotensi tinggi hingga akhir Desember, dikombinasikan dengan aktivitas gempa, dinilai dapat memicu tanah longsor. Warga juga diminta tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi BMKG.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mencatat 41 unit rumah mengalami kerusakan ringan, berupa retakan pada dinding bangunan. Kerusakan tersebut tersebar di Nagari Tigo Koto Silungkang sebanyak 10 unit, Nagari Salareh Aia Timur sebanyak 29 unit, dan Nagari Dalko dua unit.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa, meski ditemukan pula keretakan pada sejumlah ruas jalan di Kecamatan Palembayan. Gempa dilaporkan terasa cukup kuat di wilayah Palembayan, Tanjung Mutiara, Lubuk Basung, dan Tanjung Raya, hingga ke bagian barat Kabupaten Agam.
Kekhawatiran warga meningkat karena sebagian bangunan tempat pengungsian korban banjir bandang sebelumnya ikut mengalami retak akibat gempa. Untuk mengantisipasi risiko lanjutan, BPBD mendirikan tenda darurat bagi sekitar 20 kepala keluarga yang saat ini memilih bertahan di luar bangunan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan serta pendataan lanjutan untuk memastikan keselamatan warga dan kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi.

















