ASIA
1 menit membaca
Presiden China Xi sebut reunifikasi Taiwan 'tak terhentikan' usai latihan militer besar-besaran
Beijing mengakhiri latihan militer gabungan Justice Mission 2025 selama dua hari pada awal pekan ini, beberapa hari setelah AS menyetujui penjualan senjata senilai lebih dari $11 miliar ke Taipei, yang merupakan rekor penjualan satu kali terbesar.
Presiden China Xi sebut reunifikasi Taiwan 'tak terhentikan' usai latihan militer besar-besaran
Presiden China Xi Jinping menyampaikan pesan Tahun Baru 2026 di Beijing, 31 Desember 2025. / Foto: Yan Yan/Xinhua via AP / AP
sehari yang lalu

Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa reunifikasi Taiwan dengan China "tidak dapat dihentikan", sehari setelah Beijing menyelesaikan latihan militer dua hari di sekitar pulau itu.

"Kita, orang China di kedua sisi Selat Taiwan, memiliki ikatan darah dan persaudaraan. Reunifikasi tanah air kita, sebuah tren zaman, tidak dapat dihentikan," kata Xi dalam pidato Tahun Baru pada hari Rabu (31/12).

Beijing meluncurkan latihan militer gabungan dua hari "Justice Mission 2025" atau misi keadilan 2025 pada hari Senin, beberapa hari setelah AS menyetujui penjualan senjata satu kali senilai rekor lebih dari $11 miliar kepada Taipei.

China menganggap Taiwan sebagai "provinsi yang memisahkan diri" sementara Taipei sejak 1949 menegaskan kemerdekaannya.

"Dunia saat ini mengalami perubahan sekaligus gejolak, dan beberapa wilayah masih dilanda perang," kata Xi.

"China selalu berada di sisi yang benar dalam sejarah dan siap bekerja sama dengan semua negara untuk memajukan perdamaian dan pembangunan dunia serta membangun komunitas masa depan bersama bagi umat manusia," pungkasnya.

SUMBER:AA