Misi internasional independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyelidiki isu hak asasi manusia di Iran pada Rabu mengecam serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap negara tersebut, termasuk serangan balasan Teheran di kawasan. Menurut laporan Reuters, misi itu menilai aksi-aksi tersebut melanggar Piagam PBB.
Piagam PBB melarang penggunaan kekuatan terhadap integritas wilayah atau kemerdekaan politik suatu negara.
Komisi tersebut juga menyatakan keterkejutan mendalam atas serangan terhadap sebuah sekolah khusus perempuan di Kota Minab, Iran selatan, pada Sabtu—bertepatan dengan hari pertama serangan militer AS dan Israel. Berdasarkan temuan awal, sebagian besar korban merupakan siswi berusia antara tujuh hingga 12 tahun.
Sebelumnya pada hari yang sama, panel ahli PBB lainnya melaporkan lebih dari 160 anak tewas dalam pertempuran, berdasarkan laporan yang terus masuk.
Misi itu turut mencatat bahwa masyarakat Iran kini “terjebak di antara kampanye militer besar-besaran” yang diperkirakan dapat berlangsung selama beberapa pekan dan pemerintah di Teheran yang “memiliki rekam jejak panjang pelanggaran hak asasi manusia.”
Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat menyusul dimulainya operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Pertemuan tersebut diadakan atas permintaan Rusia dan China, serta mendapat dukungan dari Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menggambarkan situasi di Timur Tengah sebagai “ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional.”











