POLITIK
2 menit membaca
Usai banjir di Sumatera, DPR kaji pembentukan kementerian penanggulangan bencana
Evaluasi penanganan banjir dan longsor di Sumatera mendorong DPR mengkaji peningkatan status BNPB menjadi kementerian guna memperkuat koordinasi lintas lembaga.
Usai banjir di Sumatera, DPR kaji pembentukan kementerian penanggulangan bencana
Tim penyelamat menyiapkan kantong jenazah korban yang ditemukan di daerah yang dilanda banjir bandang setelah hujan lebat di Malalak. / Reuters

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah mempertimbangkan pembentukan kementerian penanggulangan bencana menyusul sorotan terhadap lemahnya koordinasi penanganan banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, M. Husni, mengatakan kajian tersebut sedang disusun Komisi VIII DPR sebagai respons atas evaluasi penanganan pascabencana yang dinilai belum optimal.

Menurut Husni, salah satu persoalan utama dalam penanganan bencana adalah koordinasi antar kementerian dan lembaga yang belum berjalan efektif. Kondisi ini berdampak pada keterlambatan penyaluran bantuan serta ketidaktepatan sasaran di lapangan.

“Bantuan bisa saja dikirim, tetapi apakah benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan, itu yang masih menjadi persoalan,” ujar Husni. Ia menambahkan, keterlibatan TNI dan Polri pun belum cukup jika tidak dibarengi sistem koordinasi yang solid.

Status BNPB akan ditingkatkan

Komisi VIII DPR, yang membidangi urusan sosial dan kemanusiaan, menilai ketiadaan struktur komando terpadu menjadi hambatan dalam penanganan bencana nasional. Meski memegang peran penting, BNPB saat ini masih berstatus lembaga nonkementerian, sehingga kewenangannya dinilai terbatas dalam mengoordinasikan lintas sektor.

Karena itu, DPR mengusulkan peningkatan status BNPB menjadi kementerian agar fungsi komando dan koordinasi penanganan bencana dapat berjalan lebih kuat dan terarah.

Husni menyebutkan, DPR berharap usulan tersebut dapat masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026, sehingga pembahasan regulasinya dapat dipercepat dan segera diimplementasikan.

SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Pengadilan Korsel jatuhkan hukuman 2 tahun penjara ke mantan Presiden Yoon atas pendanaan politik
Dapatkah AS dan Iran kembali ke negosiasi setelah Trump mengatakan gencatan senjata berakhir?
Lebih dari sekadar KTT NATO: Ankara mengambil peran sentral dalam diplomasi global
JD Vance baru saja mengungkapkan kekesalannya dengan taktik negosiasi Persia Iran. Apa itu sebenarnya?
Prancis jadwalkan pemilu presiden 2027 jelang berakhirnya masa jabatan Macron
Kasus korupsi Chromebook, eks Mendikbudristek Nadiem Makarim jalani sidang putusan hari ini
Kesepakatan yang diperdebatkan: di mana AS dan Iran berselisih
AS menghadapi ujian dalam menyeimbangkan diplomasi Iran dan kebijakan Israel
Mengapa rekam jejak Modi sebagai PM India terlama tercoreng oleh agenda anti-Muslim Hindutva-nya
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier tiba di Jakarta untuk kunjungan kenegaraan
Mahasiswa UI bawa lima tuntutan dalam aksi di Bundaran HI
Pesan nuklir Rusia: Ancaman, penghalang, atau tanda kelemahan?
Prabowo tegaskan politik bebas aktif di tengah kritik kunjungan luar negeri
Prabowo lantik kepala dan wakil kepala BGN, tunjuk Said Iqbal jadi penasihat khusus presiden
Presiden Korea Selatan tunjuk Han Seong-sook sebagai calon perdana menteri baru
Menko Polkam: Presiden tak beri perlakuan khusus bagi pelaku korupsi
RUU P2SK disepakati, BI bakal ikut fokus dorong sektor riil dan penciptaan kerja
Presiden Prabowo terima Menlu Türkiye Hakan Fidan, bahas Palestina hingga stabilitas Timur Tengah
Dicopot dari kepala BGN, posisi Dadan Hindayana digantikan Nanik S Deyang
Lima kali Trump menegur Netanyahu — dan apa yang terjadi kemudian