Lonjakan arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di berbagai jalur utama Indonesia, dengan ruas Tol Tangerang–Merak menjadi salah satu titik krusial pergerakan kendaraan menuju Pulau Sumatra.
Operator jalan tol PT Marga Mandalasakti (MMS) melaporkan, sejak H-9 hingga H-2 Lebaran, jumlah kendaraan yang melintas di koridor tersebut telah mencapai 1.324.710 unit. Angka ini mencerminkan peningkatan sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Departemen Manajemen CSR dan Humas Astra Toll Tangerang–Merak, Uswatun Hasanah, menjelaskan kepada RRI, bahwa total tersebut merupakan akumulasi kendaraan yang menggunakan jalur penghubung Jawa–Sumatra itu.
Meski terjadi kenaikan tahunan, rata-rata volume harian yang tercatat sekitar 159.712 kendaraan masih berada 2,3 persen di bawah kondisi normal. Data ini menunjukkan adanya fluktuasi pola perjalanan selama periode mudik.
Sementara itu, arus kendaraan keluar melalui Gerbang Tol Merak menuju kawasan pelabuhan tercatat sebanyak 101.441 unit. Untuk keseluruhan musim mudik tahun ini, MMS memperkirakan total kendaraan yang akan melintas di Tol Tangerang–Merak mencapai sekitar 3,5 juta unit, sedikit lebih tinggi dibanding realisasi 2025 yang berada di kisaran 3,4 juta kendaraan.
Pemerintah Indonesia juga mulai menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat. Salah satu langkah yang diambil adalah penerapan sistem satu arah secara bertahap di ruas Tol Jakarta–Cikampek.
Korps Lalu Lintas Polri mencatat, penerapan rekayasa lalu lintas ini berkontribusi pada penurunan angka kecelakaan hingga 15,5 persen dan penurunan korban jiwa sebesar 38,9 persen. Sebanyak 1.461 unit peralatan telah disiagakan untuk menangani potensi gangguan seperti banjir, longsor, maupun kerusakan jalan.
Dengan berbagai langkah ini, pemerintah berharap mobilitas jutaan pemudik selama Lebaran dapat berlangsung lebih aman dan terkendali, meski volume kendaraan terus meningkat.










