BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Ilmuwan China kembangkan sistem satelit yang bisa memberi tenaga presisi untuk senjata luar angkasa
Prototipe China mampu menghasilkan 2,6 megawatt tenaga pulsa dengan akurasi waktu sangat tinggi — potensi untuk senjata berkas partikel di orbit.
Ilmuwan China kembangkan sistem satelit yang bisa memberi tenaga presisi untuk senjata luar angkasa
Peneliti China menggabungkan penyimpanan energi, peningkatan tegangan, dan kontrol presisi. / AP

China baru-baru ini membangun prototipe sistem daya berbasis antariksa yang berpotensi digunakan untuk senjata berkas partikel berbasis satelit, lapor South China Morning Post pada Sabtu.

Gagasan di balik senjata berkas partikel sederhana: menembakkan berkas partikel bertenaga tinggi yang terfokus ke satelit atau misil musuh untuk merusak lewat energi kinetik dan termal. Namun realisasinya terhambat oleh dua tantangan utama — tenaga dan presisi.

Agar senjata berkas partikel efektif, diperlukan energi sangat besar dan timing yang tepat. Akselerator yang dipasang di satelit harus mengendalikan medan elektromagnetik dengan presisi agar partikel bermuatan didorong pada momen yang sangat spesifik.

Masalah utamanya adalah: tenaga tinggi dan presisi tinggi biasanya sulit disatukan. Sistem berdaya besar cenderung lambat, sementara sistem yang sangat presisi seringkali tak mampu menangani energi besar yang dibutuhkan.

Namun para ilmuwan China mengklaim telah mengatasi persoalan itu.

Sebuah studi terbaru yang dipimpin oleh Su Zhenhua dari DFH Satellite Co. memaparkan prototipe sistem tenaga antariksa yang, menurut pengujian darat, mampu menghasilkan tenaga pulsa 2,6 megawatt sambil mempertahankan akurasi sinkronisasi 0,63 mikrodetik.

Sistem tradisional hanya menghasilkan kurang dari 1 megawatt dan belum mencapai tingkat presisi yang diperlukan untuk aplikasi antariksa canggih.

TerkaitTRT Indonesia - China berhasil meluncurkan satelit baru ke ruang angkasa

Sistem pertahanan yang lebih efisien

Tim China merancang prototipe tersebut dengan menggabungkan peningkatan tegangan yang efisien, penyimpanan energi tingkat lanjut, dan kendali pelepasan yang presisi untuk mengatasi persoalan tadi. Panel surya menyediakan tenaga tegangan rendah, yang kemudian ditingkatkan dan disimpan di kapasitor sebelum dilepaskan dalam pulsa terkontrol.

Sebuah pengendali sentral berbasis FPGA (Field Programmable Gate Array) menyinkronkan 36 modul tenaga agar melepaskan pulsa dalam rentang 630 nanodetik satu sama lain, menghasilkan 2,6 MW dalam pulsa bersih — kondisi yang ideal untuk akselerator partikel, laser, dan sistem antariksa lainnya.

Walaupun fokus utamanya adalah pada senjata berkas partikel, teknologi ini punya potensi aplikasi yang lebih luas, termasuk komunikasi laser, mesin ion untuk pendorong antariksa, serta radar berbasis antariksa untuk peperangan elektronik.

Teknologi ini juga membuka kemungkinan sistem pertahanan satelit yang lebih efisien, di mana senjata energi terarah bertenaga panel surya dapat menonaktifkan target dengan biaya relatif rendah.

SUMBER:AA
Jelajahi
Pemerintah pacu sektor ekonomi kreatif demi capai target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027
Permintaan global melonjak, Kemendag naikkan harga patokan ekspor emas paruh kedua Agustus 2026
KADI Indonesia selidiki dugaan dumping impor produk polimer penyerap dari China
Presiden Prabowo percepat transisi energi, PLN diminta hentikan PLTD 13 GW
Lirik potensi energi bersih Gorontalo, UEA siap tawarkan proyek Bendungan Bulango Ulu ke Masdar
Realisasi investasi RI capai Rp1.931 triliun, Prabowo optimistis ekonomi sentuh 6 persen
Prabowo dorong industri EV nasional, sebut produksi massal mobil listrik dimulai 2028
Produksi minyak mentah harian OPEC naik sebesar 1,66 juta barel pada bulan Juli
Kemenkeu lelang delapan seri sukuk negara demi penuhi target pembiayaan APBN
Wamendag: Indonesia catat ekspor F&B $6,25 miliar, tertinggi keempat di ASEAN
BPOM dan China perkuat kerja sama pengawasan obat hingga bahan baku farmasi
Pemerintah bidik pembiayaan UMKM naik Rp2.000 triliun untuk genjot produksi
Ekspor CPO Indonesia diproyeksikan turun akibat penerapan biodiesel B50
Tingkatkan keselamatan MRT Jabodetabek, PT MITJ adopsi teknologi presisi Jepang
BEI resmi luncurkan ETF emas fisik pertama untuk tingkatkan pendalaman pasar keuangan
Ekonomi tumbuh 5,29 persen, Bakom RI: Ekonomi Indonesia tetap solid dan semakin berkualitas
Kemendag dan Brasil bahas PTA Indonesia-Mercosur untuk perluas pasar ekspor
Transaksi QRIS capai 12,55 miliar pada semester I 2026, dekati target tahunan Bank Indonesia
Indonesia dorong investasi China dan Rusia untuk proyek kereta Trans Kalimantan
Bank Dunia kucurkan penjaminan 750 juta dolar AS untuk KUR Bank Mandiri