BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Presiden Prabowo perkuat industri tekstil, dukung 4 juta pekerja dan ekspor Rp12 miliar
Pertumbuhan industri TPT yang mencapai 5,6 persen berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara itu, kelompok industri barang, kulit, dan alas kaki mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 8,25 persen.
Presiden Prabowo perkuat industri tekstil, dukung 4 juta pekerja dan ekspor Rp12 miliar
Sektor industri tekstil dan produk tekstil menyumbang sekitar 0,97 persen terhadap PDB, mempekerjakan sekitar 4 juta orang. / Reuters

Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia yang dinilai strategis bagi pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan ekspor. Hal itu dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Prabowo bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sektor TPT mencakup industri dari hulu hingga hilir dan memberikan kontribusi penting bagi perekonomian nasional.

Sektor tersebut menyumbang sekitar 0,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), mempekerjakan sekitar 4 juta orang, serta menghasilkan ekspor sekitar $12 miliar.

“Ini menjadi salah satu sektor padat yang strategis dan dalam arahan tadi terhadap Pak Presiden, kita sampaikan bahwa TPT ini tumbuhnya di atas pertumbuhan ekonomi, yaitu 5,6 persen dan untuk industri barang, kulit, dan alas kaki tumbuhnya 8,25 persen,” ujar Airlangga dalam keterangan pers setelah rapat.

Menurut Airlangga, karakter industri TPT yang padat karya membuat sektor tersebut memiliki posisi penting dalam perekonomian nasional. Selain menopang lapangan kerja, industri ini juga menjadi salah satu sumber penerimaan ekspor Indonesia.

Pertumbuhan industri TPT yang mencapai 5,6 persen berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara itu, kelompok industri barang, kulit, dan alas kaki mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 8,25 persen.

Pemerintah membahas penguatan industri TPT dalam rapat terbatas tersebut dengan mempertimbangkan cakupan sektor yang luas, mulai dari industri hulu, antara, hingga hilir. Pengembangan seluruh rantai industri dinilai berkaitan dengan kemampuan sektor tersebut dalam memberikan kontribusi terhadap ekonomi dan tenaga kerja.

Dengan kontribusi sekitar 0,97 persen terhadap PDB, sekitar 4 juta pekerja, serta nilai ekspor sekitar $12 miliar, industri TPT menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian dalam agenda penguatan industri nasional di bawah pemerintahan Prabowo.

Penguatan sektor tersebut juga mencakup upaya menjaga keberlanjutan industri yang memiliki basis tenaga kerja besar. Pemerintah menempatkan kinerja industri dan kapasitasnya dalam menyerap pekerja sebagai bagian penting dari pembahasan bersama Presiden.

Agenda penguatan TPT berlangsung di tengah pertumbuhan sektor yang tetap mencatatkan kinerja positif. Data yang disampaikan Airlangga menunjukkan bahwa industri TPT serta sektor barang, kulit, dan alas kaki terus memberikan kontribusi terhadap aktivitas manufaktur Indonesia.

TerkaitTRT Indonesia - Bea Cukai sita pakaian bekas impor ilegal Rp53,9 miliar di Jakarta dan Kalimantan
SUMBER:TRT Indonesia