Kementerian Dalam Negeri Qatar pada Minggu menyatakan bahwa enam dari tujuh orang yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah kecelakaan helikopter di perairan negara itu telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dalam pernyataan resminya, otoritas menyebut tim pencarian dan penyelamatan berhasil menemukan enam korban yang berada di dalam helikopter, sekaligus mengonfirmasi kematian mereka.
Upaya pencarian masih terus dilakukan oleh tim khusus untuk menemukan satu korban lainnya yang hingga kini belum ditemukan.
Pihak berwenang belum mengungkap identitas para korban maupun rincian lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Qatar menyampaikan bahwa helikopter tersebut mengalami gangguan teknis saat menjalankan misi rutin sebelum akhirnya jatuh di perairan wilayah Qatar.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan tambahan selain dugaan kerusakan teknis, dan tidak ditemukan indikasi adanya serangan atau tindakan bermusuhan yang menyebabkan insiden tersebut.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Sejak serangan gabungan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, wilayah Qatar dilaporkan beberapa kali menjadi sasaran drone dan rudal Iran, termasuk serangan ke kawasan industri Ras Laffan yang merupakan salah satu pusat LNG terbesar di dunia.









