DUNIA
2 menit membaca
Mantan kepala kontraterorisme AS diselidiki FBI usai klaim Israel dorong AS ke perang Iran: laporan
Joe Kent diduga membocorkan informasi rahasia kepada figur media saat FBI menyelidiki kebocoran terkait Iran dan Israel.
Mantan kepala kontraterorisme AS diselidiki FBI usai klaim Israel dorong AS ke perang Iran: laporan
Joe Kent mengundurkan diri Selasa sebagai direktur Pusat Kontraterorisme Nasional. / Reuters
16 jam yang lalu

Joe Kent, yang mengundurkan diri pada Selasa dari jabatannya sebagai direktur National Counterterrorism Center setelah menyatakan bahwa Israel menyeret AS ke dalam perang melawan Iran, ternyata tengah diselidiki FBI atas dugaan kebocoran informasi rahasia, lapor Axios pada Rabu.

Surat pengunduran diri Kent, yang memuat sejumlah klaim penting, telah beredar luas. Ia menyatakan tidak dapat mendukung perang di Iran, serta menuduh pejabat Israel dan sebagian media AS menyesatkan pemerintahan Trump, dengan menarik paralel terhadap perang Irak. Ia juga mengklaim adanya kampanye disinformasi di awal pemerintahan yang melemahkan agenda “America First” dan mendorong AS menuju konflik dengan Iran.

Joe Kent menyebut dirinya dan sejumlah pejabat lain tidak diizinkan menyampaikan keraguan terkait serangan tersebut kepada Presiden Trump.

Gedung Putih membantah klaim dalam surat pengunduran diri Kent dan menyebutnya tidak benar. Kent berpendapat Iran tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap AS dan menilai konflik ini terutama didorong oleh “tekanan dari Israel” serta lobi kuatnya di Amerika.

‘Dikenal sebagai pembocor’

Pejabat pemerintahan telah lama melabeli Kent sebagai “pembocor yang dikenal” dan melarangnya mengikuti pengarahan presiden, menurut sumber kepada Axios.

Ia diduga membagikan informasi kepada komentator konservatif Tucker Carlson serta setidaknya satu podcaster lainnya.

FBI juga tengah menelusuri kebocoran intelijen yang berkaitan dengan Iran dan Israel, menurut salah satu sumber.

Kent tidak merespons permintaan komentar, tulis Axios.

Kent, seorang veteran Pasukan Khusus Angkatan Darat AS selama 20 tahun dan mantan perwira paramiliter CIA, mengatakan kepada Carlson pada Rabu bahwa Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat. Ia juga menuduh kelompok lobi pro-Israel dan lembaga think tank melemahkan upaya diplomatik dengan menggeser garis merah Washington terkait program nuklir Teheran.

SUMBER:TRT World & Agencies