DUNIA
2 menit membaca
Pentagon ajukan dana darurat lebih dari $200 miliar untuk perang Iran
Pejabat Gedung Putih meragukan proposal tersebut akan lolos di tengah penolakan politik, lapor The Washington Post.
Pentagon ajukan dana darurat lebih dari $200 miliar untuk perang Iran
Biaya perang meningkat pesat saat anggota parlemen bersiap untuk perebutan anggaran. / Reuters
16 jam yang lalu

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengajukan permintaan dana lebih dari 200 miliar dolar AS kepada Gedung Putih untuk membiayai perang di Iran, menurut seorang pejabat senior pemerintahan.

Permintaan dalam jumlah besar ini, seperti dilaporkan The Washington Post, diperkirakan akan menghadapi resistensi signifikan di Kongres.

Pendanaan yang diusulkan jauh melampaui biaya ofensif udara saat ini dan ditujukan untuk meningkatkan produksi senjata penting yang digunakan dalam perang.

Departemen Pertahanan juga mengajukan paket pendanaan besar untuk mengisi kembali stok amunisi presisi yang cepat menipis, seiring pasukan AS dan Israel menyerang ribuan target dalam tiga pekan terakhir.

Masih belum jelas berapa besar dana yang pada akhirnya akan diminta Gedung Putih untuk disetujui Kongres. Sejumlah pejabat bahkan meragukan permintaan Pentagon ini memiliki peluang realistis untuk lolos.

Departemen tersebut telah mengajukan beberapa proposal dalam beberapa pekan terakhir sebagai bagian dari diskusi internal yang masih berlangsung, kata para pejabat.

Pertarungan politik

Permintaan ini diperkirakan akan memicu pertarungan politik besar di Kongres, di tengah dukungan publik terhadap perang yang masih terbatas serta kritik keras dari Partai Demokrat.

Partai Republik telah mengindikasikan dukungan terhadap tambahan pendanaan, namun belum merinci jalur legislasi yang jelas, terutama dengan ambang batas 60 suara di Senat.

Presiden Donald Trump sebelumnya berkampanye untuk mengurangi keterlibatan AS dalam konflik luar negeri dan mengkritik besarnya anggaran perang di Ukraina, di mana Kongres menyetujui sekitar 188 miliar dolar AS.

Biaya perang Iran sendiri meningkat pesat, melampaui 11 miliar dolar AS hanya dalam minggu pertama, menurut para pejabat.

Tak lama setelah serangan gabungan AS-Israel ke Iran dimulai, pemerintah mulai menyiapkan permintaan pendanaan tambahan guna memastikan kesiapan militer tetap terjaga sambil melanjutkan operasi.

Di internal Pentagon, upaya ini dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Steven Feinberg, yang fokus pada perluasan basis industri pertahanan AS serta peningkatan kapasitas produksi sistem persenjataan utama.

Para pejabat menyebut proposal ini bertujuan mengatasi kekurangan amunisi dan mempercepat produksi, meski para ahli memperingatkan peningkatan kapasitas tidak bisa dilakukan secara instan karena keterbatasan tenaga kerja, fasilitas, dan bahan baku.

Bahkan sebelum perang dimulai, Trump telah mengusulkan anggaran pertahanan sebesar 1,5 triliun dolar AS—usulan yang mendapat penolakan internal dari Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih karena dinilai terlalu besar.

Para anggota parlemen juga mendorong agar tambahan pendanaan untuk operasi intelijen dimasukkan dalam paket akhir yang akan diajukan.

SUMBER:TRT World