BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Pemerintah incar potensi penghematan Rp500 triliun dari hilirisasi bioetanol
Indonesia membidik potensi penghematan devisa hingga Rp500 triliun per tahun lewat pengembangan industri bioetanol nasional yang digerakkan dari daerah.
Pemerintah incar potensi penghematan Rp500 triliun dari hilirisasi bioetanol
Botol-botol biodiesel kelapa sawit saat acara pengujian biodiesel 50% di Lembang.

Pemerintah Indonesia menargetkan penghematan devisa hingga Rp500 triliun (sekitar US$28,09 miliar) setiap tahunnya melalui pengembangan industri bioetanol di dalam negeri. Langkah ini dinilai krusial untuk menekan ketergantungan impor bahan bakar sekaligus menjaga perputaran modal di dalam negeri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, nilai ekonomi sebesar Rp500 triliun tersebut selama ini mengalir ke luar negeri untuk membiayai impor energi. Dengan memproduksi biofuel secara mandiri, dana tersebut dapat dialirkan langsung untuk kesejahteraan petani lokal.

"Intinya adalah etanol, nilai energi, dan biofuel saat ini diproduksi oleh negara lain dengan nilai mencapai Rp500 triliun," ujar Amran usai memimpin rapat koordinasi percepatan pengembangan bioetanol bersama 44 bupati di Jakarta, Senin (21/9), sebagaimana dilansir Antara.

Guna merealisasikan target ambisius ini, pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 1 juta hingga 2 juta hektare sebagai pusat produksi bahan baku. Fokus pengembangan akan bertumpu pada tiga komoditas pertanian strategis, yakni tebu, singkong, dan jagung.

Dalam koordinasi tersebut, sebanyak 44 kepala daerah turut menyatakan komitmennya untuk memetakan potensi wilayah serta menentukan jenis tanaman yang paling sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing. Pemerintah memastikan penyediaan lahan prioritas ini memiliki status hukum yang jelas, termasuk kawasan yang telah dilepaskan untuk kepentingan pertanian.

Sementara itu, untuk pembangunan fasilitas pengolahan industri, pemerintah menerapkan skema pendanaan gabungan (joint funding) antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta. Komposisi pembiayaan direncanakan 30 persen dari BUMN dan 70 persen dari pihak swasta.

"Komposisi pendanaan bisa 30 persen dari BUMN dan 70 persen dari swasta. Swasta pasti berminat karena negara yang menyiapkan lahannya," imbuh Amran.

Amran menambahkan, program hilirisasi bioetanol ini merupakan bagian dari pilar besar kedaulatan nasional, menyusul pencapaian sebelumnya di sektor swasembada pangan dan protein.

"Tujuan utamanya adalah mencapai kedaulatan di bidang energi, pangan, dan protein. Insyaallah, Indonesia akan menjadi bangsa besar di masa depan. Kita sudah mengatasi pangan dan protein, sekarang kita mengejar etanol," pungkasnya.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia bangun pusat bioetanol di Lampung, target produksi komersial 60 ribu kiloliter
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Indonesia perluas kemitraan energi dengan Nigeria dan Angola
Indonesia-Kanada perkuat perdagangan dan investasi lewat ICA-CEPA
Bank Indonesia: Utang luar negeri Indonesia capai $454,8 miliar pada Juli 2026
Indonesia dan India perkuat kerja sama telekomunikasi hingga teknologi 6G
Grab akuisisi saham mayoritas Atome Financial senilai Rp26,36 triliun
Indonesia bangun pusat bioetanol di Lampung, target produksi komersial 60 ribu kiloliter
Indonesia dan Bulgaria perkuat kerja sama perdagangan dan investasi
Indonesia jajaki PTA dengan Mercosur demi rintis jalan menuju CEPA
Pasar stabil meski pergantian mendadak Menkeu, Suahasil tegaskan jaga kredibilitas APBN
AS resmi tetapkan bea masuk tinggi untuk impor panel surya dari Indonesia
Indonesia dan China percepat kerja sama energi baru, ekspansi dari PLTS hingga manufaktur
Indonesia dan AS dorong kerja sama ekonomi kreatif jelang WCCE 2026
Kadin buka peluang investasi Swedia di Indonesia, soroti IEU-CEPA dan OECD
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak, ICP Indonesia jadi $89,43 per barel
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat