Hujan deras menyebabkan sebagian tembok pemisah yang dibangun Israel di wilayah selatan Tepi Barat Palestina yang diduduki runtuh pada Selasa, menurut kesaksian warga yang dikutip Anadolu.
Bagian tembok itu ambruk setelah banjir bandang melanda kawasan selatan Hebron. Sebuah rekaman video menunjukkan satu segmen dinding beton tersebut rusak total.
Israel mulai membangun tembok pemisah pada 2002 dengan alasan memisahkan wilayah Tepi Barat yang diduduki dari Israel. Pada 2004, Mahkamah Internasional mengeluarkan opini penasihat yang mengecam dan menyatakan pembangunan tembok itu ilegal.
Longsor yang dipicu curah hujan tinggi juga mengganggu arus lalu lintas di sejumlah jalan utama di bagian barat Ramallah. Menurut koresponden Anadolu, beberapa kendaraan mengalami kerusakan akibat banjir, namun tidak ada laporan korban luka.
“Kawasan ini diguyur hujan dengan intensitas besar hanya dalam beberapa jam di area yang cukup luas,” kata ahli meteorologi Palestina, Qussai Halaika.
Ia menambahkan, wilayah barat Yerusalem, Betlehem, dan Hebron turut mengalami hujan lebat, sementara intensitasnya menurun di bagian timur.
Wilayah Palestina dalam beberapa hari terakhir memang menghadapi cuaca tidak stabil yang disertai hujan deras dan angin kencang, disertai peringatan potensi banjir bandang di dataran rendah serta risiko kerusakan jalan lanjutan.












