PERANG GAZA
2 menit membaca
Otoritas Palestina menyambut baik resolusi Dewan Keamanan PBB tentang Gaza
Kementerian Luar Negeri menyerukan implementasi mendesak dan menegaskan kesiapan untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Otoritas Palestina menyambut baik resolusi Dewan Keamanan PBB tentang Gaza
Dewan Keamanan PBB mengesahkan resolusi rancangan AS pada hari Senin. / AA
18 November 2025

Otoritas Palestina menyambut pengesahan resolusi Dewan Keamanan PBB yang disusun oleh Amerika Serikat, yang memberi wewenang pembentukan Dewan Perdamaian dan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza.

Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri di X pada hari Selasa, Otoritas Palestina menganggap resolusi itu sebagai penegasan “pembentukan gencatan senjata yang permanen dan menyeluruh di Gaza, penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara merdeka mereka.”

Pernyataan tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada “semua negara yang menyatakan kesediaan mereka untuk bekerja dengan Negara Palestina dan pihak terkait untuk mendukung upaya Palestina menghentikan pendudukan dan mencapai kebebasan serta kemerdekaan.”

Palestina menegaskan kesiapannya untuk bekerja sama dengan semua pihak terkait, termasuk Amerika Serikat, anggota Dewan Keamanan PBB, serta negara-negara Arab dan Islam, untuk mendukung pelaksanaan resolusi tersebut, dan mendesak tindakan segera agar resolusi itu diberlakukan untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina di Gaza, Tepi Barat yang diduduki, dan Yerusalem Timur yang diduduki.

TerkaitTRT Indonesia - DK PBB meloloskan resolusi rancangan AS tentang rencana perdamaian Gaza

‘Dewan Perdamaian’

Dewan Keamanan PBB mengadopsi sebuah resolusi yang disusun oleh Amerika Serikat pada hari Senin, yang mensyaratkan pembentukan Dewan Perdamaian dan memberi wewenang kepada Pasukan Stabilisasi Internasional untuk mengawasi pemerintahan, rekonstruksi, dan upaya keamanan di Gaza.

Draf AS itu muncul sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran sandera antara Israel dan Hamas yang mulai berlaku di Gaza pada 10 Oktober berdasarkan rencana 20 poin yang disampaikan oleh Presiden Donald Trump.

Tahap pertama kesepakatan gencatan senjata mencakup pembebasan sandera Israel sebagai imbalan untuk tahanan Palestina. Rencana itu juga mencakup pembangunan kembali Gaza dan pembentukan mekanisme pemerintahan baru tanpa kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

Sejak Oktober 2023, lebih dari 69.000 warga Palestina tewas, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan lebih dari 170.700 lainnya luka-luka dalam perang genosidal Israel terhadap Gaza yang mengubah kantong itu menjadi puing-puing.

SUMBER:TRT World and Agencies
Jelajahi
China menyatakan 'keprihatinan mendalam' saat Israel serang Gaza meskipun gencatan senjata
Gencatan senjata goyah saat Israel terus membunuh anak-anak dan warga sipil di seluruh Gaza
Indonesia dan tujuh negara desak Israel buka akses penuh PBB ke Gaza
Israel menahan 42 jurnalis Palestina sepanjang tahun 2025, termasuk 8 jurnalis wanita
Apa hubungan antara pengakuan Israel terhadap Somaliland dan proposal Zionis pada 1930-an?
Dalam gambar: Potret 2025 menyingkap kontras agenda Barat dan penderitaan Gaza
Dalam gambar: Relawan berkostum Santa Claus bawa keceriaan untuk anak-anak Palestina di Gaza
Mengapa 'pengakuan' Israel atas Somaliland memicu kekhawatiran pemukiman kembali Palestina
Inggris, Prancis, Kanada, dan negara lainnya menyatakan kekhawatiran atas situasi Gaza yang 'krisis'
Gaza bergegas selamatkan warisan arkeologi 5.000 tahun yang tersisa
Media Israel: Fase kedua gencatan senjata Gaza diperkirakan akan dimulai awal Januari
Kelangkaan bahan bakar melumpuhkan Rumah Sakit Al Awda di Gaza di tengah serangan Israel
Dalam gambar: Upacara kelulusan 170 dokter di Rumah Sakit Al Shifa Gaza yang rusak
Dalam gambar: Umat Kristen Palestina di Gaza, Tepi Barat merayakan Natal untuk pertama kalinya dalam dua tahun
Tahun di mana akuntabilitas gagal: Bagaimana janji keadilan untuk Palestina tidak terwujud
PBB peringatkan krisis kemanusiaan Palestina memburuk akibat agresi Israel dan kekerasan pemukim
Israel telah membunuh 411 warga Palestina di Gaza dalam 875 pelanggaran sejak gencatan senjata
Indonesia: Seluruh negara D-8 dukung penuh Palestina tanpa syarat
Israel menyetujui pemukiman ilegal baru di Yerusalem Timur yang diduduki
Israel memperketat kekuasaan apartheidnya di Tepi Barat yang diduduki