Seorang anggota kepolisian Iran tewas dalam bentrokan saat aksi protes berlangsung di dekat ibu kota Teheran, demikian dilaporkan media lokal pada Kamis.
Berdasarkan laporan setempat, Letnan Kolonel Shahin Dehghan meninggal dunia setelah ditikam dalam kerusuhan di Kota Malard, yang terletak di sebelah barat Teheran.
Otoritas keamanan menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi dan menangkap pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Iran dilanda gelombang unjuk rasa sejak bulan lalu, yang bermula pada 28 Desember di Grand Bazaar Teheran—pusat aktivitas bisnis ibu kota—dipicu anjloknya nilai tukar rial Iran serta memburuknya kondisi ekonomi. Aksi protes kemudian menyebar ke sejumlah kota lain di berbagai wilayah negara itu.
Hingga kini, otoritas Iran belum merilis data resmi terkait jumlah korban dalam rangkaian demonstrasi tersebut.
Sementara itu, kantor berita Tasnim melaporkan jumlah polisi yang terluka selama aksi protes meningkat menjadi 568 orang, sementara 66 anggota pasukan paramiliter Basij juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Iran telah mengalami aksi protes selama berminggu-minggu di tengah tekanan ekonomi yang kian berat dan merosot tajamnya nilai mata uang nasional, dengan nilai tukar rial baru-baru ini melewati level 1.350.000 per dolar AS.
















