PERANG GAZA
2 menit membaca
TNI siapkan Batalyon Bantuan untuk kendalikan logistik dan komando di Gaza
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sebelumnya menegaskan bahwa pengerahan ke Gaza akan melibatkan tiga batalyon: kesehatan, zeni, dan bantuan. Dengan struktur pasukan yang diperkuat lintas matra serta dukungan tiga brigade komposit.
TNI siapkan Batalyon Bantuan untuk kendalikan logistik dan komando di Gaza
Sekitar 60 persen di antaranya direncanakan berasal dari TNI AD, dengan catatan pengerahan menunggu keputusan resmi pemerintah. / BPMI Setpres
26 November 2025

Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk mengirim kontingen besar penjaga perdamaian ke Gaza. Mayoritas personel dalam rencana pengerahan itu akan berasal dari Angkatan Darat, menandai peran sentral matra tersebut dalam operasi kemanusiaan Indonesia di wilayah konflik.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Kolonel Donny Pramono mengatakan kepada Antara News pada Selasa bahwa konsep awal penyebaran pasukan mencakup sekitar 20.000 personel. Sekitar 60 persen di antaranya direncanakan berasal dari TNI AD, dengan catatan pengerahan menunggu keputusan resmi pemerintah.

Menurut Donny, para prajurit Angkatan Darat nantinya akan memperkuat tiga brigade komposit yang disiapkan sebagai elemen inti operasi penjaga perdamaian Indonesia untuk Gaza. Tiap brigade akan memiliki Batalyon Kesehatan, Batalyon Zeni, dan satu Batalyon Bantuan yang berperan menjalankan misi kemanusiaan.

Ia menambahkan bahwa TNI AD telah menyiapkan personel, perlengkapan, serta kemampuan teknis yang sesuai dengan karakter misi di Gaza, termasuk dukungan medis, rekayasa bangunan, dan logistik.

TerkaitTRT Indonesia - Usai KTT Gaza, Turkiye-AS tanya kesiapan Indonesia kirimkan pasukan ke Gaza, Prabowo: Indonesia siap

Peran Batalyon Bantuan

Penjelasan lebih rinci mengenai fungsi Batalyon Bantuan disampaikan oleh Kapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah dalam keterangan kepada Antara News. Freddy menekankan bahwa unit tambahan ini akan menangani aspek-aspek logistik hingga sistem distribusi bantuan kemanusiaan.

“Salah satu fungsi Batalyon Bantuan adalah memberikan dukungan logistik, distribusi bantuan kemanusiaan, dan pengelolaan supply chain,” kata Freddy, Selasa.

Selain itu, batalyon tersebut akan mengoordinasikan pergerakan pasukan lintas moda darat, laut, dan udara agar mobilisasi pasukan berlangsung tertib dan terawasi. Freddy juga menyebutkan bahwa unit ini bertugas menjaga kelancaran komunikasi lapangan, menyediakan dukungan IT, memastikan fungsi komando-kendali, serta mengamankan fasilitas vital di area operasi.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sebelumnya menegaskan bahwa pengerahan ke Gaza akan melibatkan tiga batalyon: kesehatan, zeni, dan bantuan. Dengan struktur pasukan yang diperkuat lintas matra serta dukungan tiga brigade komposit, Indonesia menegaskan posisi aktifnya dalam upaya internasional memulihkan kehidupan sipil di Gaza yang telah rusak akibat perang berkepanjangan.

TerkaitTRT Indonesia - Polri siapkan 350 Brimob untuk misi perdamaian PBB di Gaza
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi