DUNIA
2 menit membaca
Serangan udara di pangkalan militer Irak tewaskan dan lukai 20 tentara
Kementerian Pertahanan Irak menyebut serangan di Habbaniyah sebagai eskalasi berbahaya dan “kejahatan serius” menurut norma internasional.
Serangan udara di pangkalan militer Irak tewaskan dan lukai 20 tentara
Kementerian Pertahanan Irak mengatakan serangan itu menargetkan tentara yang sedang menjalankan tugas nasional dan kemanusiaan. [Foto arsip] / AA
10 jam yang lalu

Tujuh tentara tewas dan 13 lainnya luka-luka pada Rabu pagi setelah serangan udara menghantam klinik militer dan satuan teknik di pangkalan Habbaniyah, sebelah barat Baghdad, menurut Kementerian Pertahanan Irak.

Dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosial X milik perusahaan asal AS, kementerian menyebut serangan tersebut diikuti tembakan lanjutan dari pesawat, saat tim penyelamat masih melakukan pencarian di lokasi.

Serangan itu menewaskan dan melukai personel yang tengah menjalankan “tugas nasional dan kemanusiaan,” kata kementerian.

Kementerian menyebut serangan tersebut sebagai “pelanggaran terang-terangan dan serius terhadap hukum serta norma internasional yang melarang penargetan fasilitas medis dan stafnya.”

Serangan itu juga disebut sebagai “eskalasi berbahaya,” dengan penegasan bahwa penargetan fasilitas medis merupakan “kejahatan serius.”

Irak ‘akan merespons’

Kementerian menegaskan serangan tersebut tidak akan melemahkan personelnya, serta menambahkan bahwa Irak berhak mengambil semua langkah yang diperlukan “untuk merespons sesuai hukum yang berlaku.”

Pihaknya tidak mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Amerika Serikat dan Israel diketahui terus melancarkan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari, yang sejauh ini menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer dan keuangan AS. Serangan balasan itu menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

SUMBER:TRT World & Agencies