DUNIA
3 menit membaca
Pakistan muncul sebagai mediator kunci perang AS-Israel terhadap Iran, pertemuan segera dilakukan
Wakil Presiden AS JD Vance mungkin akan menghadiri usulan KTT perdamaian Islamabad dengan pejabat Iran, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, yang direncanakan untuk akhir pekan ini di Islamabad, menurut laporan Axios.
Pakistan muncul sebagai mediator kunci perang AS-Israel terhadap Iran, pertemuan segera dilakukan
Foto arsip: PM Pakistan Shehbaz Sharif mengunjungi Iran tahun lalu. / Reuters
14 jam yang lalu

Pakistan memposisikan diri sebagai mediator utama yang berupaya menengahi berakhirnya perang AS-Israel terhadap Iran, dengan laporan yang menyatakan Islamabad kemungkinan akan menjadi tuan rumah sebuah pertemuan puncak akhir minggu ini, yang berpotensi mempertemukan wakil presiden AS dan ketua Parlemen Iran untuk membicarakan gencatan senjata.

Sumber Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Senin (23/3) bahwa delegasi AS akan datang ke Pakistan "dalam satu atau dua hari" untuk kemungkinan pembicaraan, tetapi Iran "masih belum siap" karena kurangnya kepercayaan.

Hal itu terjadi setelah kepala tentara Pakistan Asim Munir berbicara dengan Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu (22/3), lapor Financial Times, mengutip dua orang yang diberi pengarahan tentang panggilan tersebut.

Secara terpisah, sumber resmi Israel mengatakan kepada situs berita Axios bahwa selain Utusan Khusus Gedung Putih Steve Witkoff dan Jared Kushner, Wakil Presiden JD Vance mungkin menghadiri rencana pertemuan damai dengan pejabat Iran, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, yang direncanakan berlangsung akhir minggu ini di Islamabad.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga mengatakan ia berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan menjanjikan bantuan Islamabad dalam membawa perdamaian ke kawasan.

Sharif mengatakan ia telah berbicara dengan Pezeshkian tentang "situasi serius di kawasan Teluk", dan menjanjikan bahwa Pakistan berkomitmen untuk memainkan "peran konstruktif dalam memajukan perdamaian".

Keduanya telah beberapa kali berbicara dalam sebulan terakhir, terutama untuk saling bertukar ucapan Ramadan dan Idul, tetapi juga untuk menegaskan kembali harapan Pakistan agar konflik dengan Amerika Serikat dan Israel segera berakhir.

Sharif mengatakan ia menyampaikan ucapan kepada Pezeshkian untuk Tahun Baru Persia, dan mereka juga membahas "situasi serius di kawasan Teluk dan sepakat akan kebutuhan mendesak untuk de-eskalasi, dialog, dan diplomasi".

Di Teheran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyarankan bahwa pesan telah diterima dari "beberapa negara sahabat yang menunjukkan permintaan AS untuk negosiasi mengakhiri perang", menurut kantor berita resmi IRNA.

Turkiye, Pakistan, dan Mesir

Turkiye, Pakistan, dan Mesir mengirimkan pesan antara Washington dan Teheran selama dua hari terakhir, lapor Axios, mengutip sumber Amerika Serikat.

Laporan Axios menyebut bahwa para menteri luar negeri ketiga negara itu mengadakan pembicaraan terpisah dengan utusan Gedung Putih Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

"Mediasi sedang berlangsung dan membuat kemajuan. Diskusinya tentang mengakhiri perang dan menyelesaikan semua isu yang belum terselesaikan. Kami berharap segera mendapat jawaban," kata seorang sumber yang akrab dengan rincian itu kepada Axios.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar berbicara secara terpisah dengan rekan Irannya, Aragchi, untuk membahas "perkembangan regional terkini".

"(Mereka) menekankan pentingnya dialog & diplomasi untuk memajukan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan dan sekitarnya," tulis kementerian luar negeri negara itu di X.

"Kedua pihak sepakat untuk tetap berhubungan erat mengenai situasi yang berkembang."

Pakistan memiliki perjanjian pertahanan bersama dengan Arab Saudi sejak tahun lalu, yang memperkuat hubungan pertahanan yang telah lama terjalin.

Perjanjian itu menyatakan bahwa "setiap agresi terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai agresi terhadap kedua negara".

Sharif dan kepala angkatan darat Field Marshal Munir keduanya berada di Riyadh awal bulan ini dan bertemu Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman.

Pada saat yang sama, Islamabad mengecam pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan mengirimkan ucapan selamat kepada putranya dan penggantinya, Mojtaba.

TerkaitTRT Indonesia - Pasar anjlok, harga minyak melonjak setelah ultimatum 48 jam Trump kepada Iran
SUMBER:TRT World & Agencies