DUNIA
2 menit membaca
Arab Saudi usir lima diplomat Iran saat ketegangan geopolitik di Timur Tengah memanas
Lima diplomat tersebut diperintahkan untuk meninggalkan Arab Saudi dalam waktu 24 jam setelah mereka dinyatakan sebagai persona non grata.
Arab Saudi usir lima diplomat Iran saat ketegangan geopolitik di Timur Tengah memanas
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan di Riyadh. / Reuters
11 jam yang lalu

Kerajaan Arab Saudi memerintahkan seorang atase militer Iran, asistennya, serta tiga staf kedutaan lainnya untuk meninggalkan wilayah kerajaan dalam waktu 24 jam setelah mereka dinyatakan sebagai persona non grata

Pengumuman itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Saudi pada Sabtu (21/3), dengan alasan serangan yang disebut terus dilancarkan Iran terhadap wilayah Saudi. Dalam pernyataan resminya, Riyadh menegaskan bahwa tindakan tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan akibat rangkaian serangan yang dikaitkan dengan Teheran. 

Otoritas Saudi menyebut sejak pecahnya perang yang dipicu oleh serangan satu pihak AS-Israel ke Ibu kota Iran Teheran pada 28 Februari lalu, kerajaan telah menjadi sasaran ratusan rudal dan drone. Meski demikian, sebagian besar serangan tersebut dilaporkan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan.

Kementerian Luar Negeri Saudi memperingatkan bahwa serangan lanjutan dari Iran berpotensi memicu eskalasi lebih luas dan akan membawa “konsekuensi signifikan” bagi hubungan bilateral, baik saat ini maupun di masa mendatang.

Sebelumnya, pada Rabu minggu lalu, Menteri Luar Negeri Saudi menyatakan bahwa kerajaan membuka kemungkinan untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran. Ia juga menegaskan bahwa kepercayaan terhadap Teheran telah runtuh menyusul serangan-serangan terbaru.

Langkah ini menandai kemunduran tajam dalam hubungan kedua negara, yang sebelumnya sempat mencair setelah Arab Saudi dan Iran sepakat memulihkan hubungan diplomatik pada 2023. 

Di sisi lain, konflik antara AS-Israel dan Iran, serta serangan balasan Teheran ke negara-negara Teluk, mulai berdampak pada sektor energi global terutama saat Iran membatasi akses terhadap kapal-kapal tanker di Selat Hormuz.

Gangguan terhadap ekspor minyak dan gas alam dari kawasan Timur Tengah dilaporkan telah menyebabkan lonjakan harga bahan bakar global, bahkan memaksa sejumlah negara mengambil langkah antisipatif seperti penghematan dan diversifikasi impor energi.

TerkaitTRT Indonesia - 'Eskalasi akan dibalas eskalasi': Menlu Arab Saudi beri sinyal kemungkinan respons militer ke Iran
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi