Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah menyatakan komitmen atau kesiapan untuk menyumbang dana sebesar 1 miliar dolar AS kepada Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar,” kata Prabowo dalam wawancara di Jakarta, Minggu (22/3), sebagaimana dikutip oleh Antara.
Pernyataan itu disampaikan untuk merespons spekulasi terkait kemungkinan kontribusi finansial Indonesia dalam inisiatif dewan perdamaian tersebut.
Ia menekankan bahwa sejak awal tidak ada komitmen keuangan apa pun dari Indonesia terkait partisipasi dalam BoP. Hal itu, menurutnya, tercermin dari tidak hadirnya Indonesia dalam pertemuan para donor pendiri di Washington pada 19 Februari lalu.

“Itu pertemuan founding donors. Mereka menyumbang, tetapi Indonesia tidak ada di situ. Karena sejak awal, saat ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali,” ujarnya.
Meski menolak kontribusi dana, Prabowo menyatakan Indonesia tetap terbuka untuk berperan dalam dewan tersebut melalui pengiriman pasukan penjaga perdamaian, khususnya untuk mendukung perlindungan warga di Gaza.
Ia menambahkan peluang kontribusi lain tetap terbuka di masa depan, terutama jika proses gencatan senjata berhasil dan rekonstruksi Gaza dimulai.
Pemerintah Indonesia juga mempertimbangkan berbagai bentuk dukungan, termasuk melalui lembaga seperti Baznas yang sebelumnya telah menyalurkan bantuan kemanusiaan dan membangun fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.
Prabowo kembali menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada komitmen Indonesia untuk membayar iuran keanggotaan BoP. “Tidak ada komitmen sama sekali,” pungkas presiden RI tersebut.













