Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Rabu (7/10), sejalan dengan tekanan di sejumlah bursa saham Asia. Pada pukul 10.20 WIB, IHSG turun 21,64 poin atau 0,35 persen ke level 6.171,29.
Indeks LQ45 juga bergerak turun 0,08 persen atau 0,51 poin menjadi 607,65. Meski berada di zona merah, ruang penguatan IHSG masih terbuka pada perdagangan hari ini.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan IHSG dapat bergerak menuju kisaran 6.230 hingga 6.280.
"Potensi penguatan IHSG lebih lanjut masih terbuka dengan menguji level 6.230-6.280 pada perdagangan Rabu," ujar Ratna, dikutip Antara, Rabu (7/10).
Pergerakan IHSG hari ini terjadi setelah indeks menguat dalam perdagangan sebelumnya. Pada Selasa (6/10), IHSG sempat naik hingga 1,4 persen dan mencapai 6.203,704, level tertinggi sejak 28 September.
Penguatan tersebut membawa IHSG melanjutkan pemulihan setelah sebelumnya mengalami penurunan lebih dari 3 persen dalam perdagangan pekan lalu. Kenaikan saham perbankan, infrastruktur, dan properti turut mendukung pergerakan indeks pada perdagangan Selasa.
Tekanan di pasar saham Asia pada Rabu turut membatasi penguatan indeks regional. Indeks saham negara berkembang Asia tercatat turun sekitar 0,1 persen, sementara investor mengikuti perkembangan pasar global dan pergerakan dolar AS.
Di Korea Selatan, indeks saham turun sekitar 1 persen setelah perdagangan kembali dibuka pascalibur. Pelemahan dipimpin saham perusahaan semikonduktor Samsung Electronics dan SK Hynix. Indeks acuan Taiwan juga sempat mencatat rekor baru sebelum berbalik melemah. Saham TSMC masih bergerak naik 0,2 persen di tengah perubahan arah pasar tersebut.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia relatif terbatas ketika dolar AS bertahan menguat. Dolar Taiwan menjadi salah satu pengecualian dengan menguat hingga 0,3 persen ke level tertinggi dalam hampir dua pekan.
Pergerakan pasar regional turut memberikan sentimen bagi IHSG pada perdagangan hari ini. Namun, prospek penguatan indeks domestik masih terbuka apabila tekanan eksternal mereda dan minat beli kembali meningkat.

















