DUNIA
2 menit membaca
China kecam kekerasan terhadap warga sipil di Sudan, desak diakhirinya konflik
Beijing berharap konflik segera berakhir, proses politik dapat dilanjutkan, serta perdamaian dan stabilitas segera pulih di negara Afrika Utara itu.
China kecam kekerasan terhadap warga sipil di Sudan, desak diakhirinya konflik
Lebih dari 62.000 orang mengungsi setelah RSF mengambil alih Al Fasher, ibu kota negara bagian Darfur Utara di Sudan. / AA
4 November 2025

China mengecam kekerasan terhadap warga sipil di Sudan setelah pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) menguasai kota Al Fasher di negara bagian Darfur Utara dan melakukan pembantaian terhadap warga sipil.

Beijing “mengikuti perkembangan situasi di Sudan dengan cermat dan mengecam tindakan terhadap warga sipil,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, kepada wartawan di Beijing pada Senin.

Mao menyatakan bahwa China berharap “Sudan dapat segera mengakhiri konflik, meredakan krisis kemanusiaan, melanjutkan proses politik secepatnya, serta memulihkan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan.”

Pada 26 Oktober, RSF mengambil alih kendali atas kota Al Fasher dan melakukan pembantaian terhadap warga sipil, menurut laporan organisasi lokal dan internasional. Penguasaan kota itu menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya pembelahan Sudan secara de facto antara wilayah timur dan barat.

Tak lama kemudian, pemimpin RSF Mohamed Hamdan Dagalo, yang dikenal luas dengan julukan “Hemedti”, mengakui bahwa pasukannya telah melakukan “pelanggaran” di Al Fasher dan menyebut komite penyelidikan telah dibentuk.

Sejak 15 April 2023, tentara Sudan dan RSF terlibat dalam perang yang hingga kini gagal diakhiri meski telah dilakukan berbagai upaya mediasi regional dan internasional.

Menurut laporan PBB dan sumber lokal, konflik tersebut telah menewaskan sekitar 20.000 orang serta membuat lebih dari 15 juta lainnya mengungsi dan kehilangan tempat tinggal.

SUMBER:AA
Jelajahi
Muslim di Türkiye, Oman, Singapura, Australia akan memulai puasa Ramadan pada hari Kamis
Dari pelaku kejahatan seksual hingga finansier kontroversial: Apakah Epstein agen rahasia Mossad?
Vatikan tak akan bergabung dalam “Board of Peace” Trump: Diplomat Senior
Prabowo tiba di Washington, siap bahas perdagangan dan hadiri KTT BoP Gaza
Durasi waktu puasa yang dijalani umat Muslim selama bulan Ramadan
Bagaimana senjata Israel 'menghancurkan' Palestina dan mengapa itu merupakan kejahatan perang
Konsorsium Irak-UEA berencana membangun jaringan kabel data cepat senilai $700 juta
Konsesi lahan menjadi fokus dalam pembicaraan perdamaian Rusia-Ukraina di Jenewa
Serangan teroris pada pos polisi Pakistan menewaskan dua orang, termasuk seorang anak
Australia menolak pulangkan warga negaranya dari Suriah terkait dugaan hubungan dengan Daesh
Iran menyerukan agar AS bernegosiasi secara independen dari pengaruh Israel
Jepang mulai kembali uji coba operasi di pembangkit nuklir terbesar di dunia
Indonesia terima dua jet T-50i dari Korea Selatan perkuat armada TNI AU
8.000 prajurit disiapkan, Indonesia targetkan kesiapan misi Gaza pada Juni 2026
Prabowo bertolak ke Washington DC, temui Donald Trump bahas kerja sama strategis
Kasus perdata bersejarah menuntut ganti rugi dari militer Myanmar atas genosida Rohingya
Iran menunjukkan kesiapan untuk berkompromi dalam pembicaraan nuklir jika AS cabut sanksi
Jepang mengecam China atas tuduhan kebangkitan militerisme
Ledakan kembang api mematikan guncang China jelang Tahun Baru Imlek
Teheran bentuk komisi pencari fakta setelah ribuan orang tewas dalam aksi protes