Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengerahkan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk menangani dampak longsor yang melanda Kabupaten Cilacap dan Garut setelah hujan deras berkepanjangan mengguyur dua wilayah tersebut.
Longsor di Cilacap menimbun permukiman di beberapa dusun dan menyisakan puluhan warga hilang, sementara di Garut akses jalan dan jembatan utama rusak hingga aktivitas warga terhenti.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan duka cita dan menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung operasi pencarian korban serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“BAZNAS langsung mendirikan dapur umum dan memberikan layanan kesehatan di dua titik bencana tersebut,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu, 16 November 2025.
Di Cilacap, BTB membantu pembukaan akses yang tertutup material longsor, melakukan asesmen bersama tim SAR gabungan, serta menyediakan layanan medis dasar bagi warga dan relawan. Tim juga memetakan potensi longsor susulan guna memastikan jalur evakuasi tetap aman.
“Saat ini, prioritas utama adalah mendukung operasi SAR karena masih ada sekitar 21 warga yang belum ditemukan,” tambah Saidah.
Sementara di Garut, BAZNAS mendirikan dapur umum yang memasak ratusan porsi makanan setiap hari dan memberikan layanan kesehatan bagi warga yang terisolasi akibat terputusnya jalur utama.
Layanan khusus juga diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak untuk mencegah penyakit di tengah cuaca ekstrem.
BAZNAS turut memastikan ketersediaan air bersih serta fasilitas kebersihan demi mencegah munculnya krisis kesehatan. Saidah menegaskan bahwa BAZNAS akan tetap berada di lapangan sepanjang masa tanggap darurat dan menyiapkan bantuan lanjutan untuk pemulihan pascabencana.
“Kami akan terus bersama warga hingga situasi aman dan kebutuhan dasar terpenuhi,” katanya.
















