DUNIA
2 menit membaca
Indonesia repatriasi empat orangutan korban perdagangan satwa liar dari Thailand
Keempat orangutan akan menjalani penitipan perawatan di Pusat Rehabilitasi Sumatran Rescue Alliance di Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Setelahnya akan dipersiapkan secara bertahap sebelum dilepas kembali ke habitat alaminya.
Indonesia repatriasi empat orangutan korban perdagangan satwa liar dari Thailand
Menhut Raja Juli menyampaikan keprihatinannya atas maraknya kejahatan perdagangan satwa dilindungi melibatkan jaringan lintas negara. / Arsip Reuters
25 Desember 2025

Pemerintah Indonesia berhasil membawa pulang empat orangutan yang menjadi korban perdagangan satwa liar lintas negara dari Thailand. Proses repatriasi dilakukan melalui kerja sama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok.

Keempat orangutan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa sore, sekitar pukul 17.30 waktu setempat.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan keprihatinannya atas masih maraknya kejahatan perdagangan satwa dilindungi yang melibatkan jaringan lintas negara. Ia menilai praktik tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan perbatasan yang harus segera diperkuat melalui kolaborasi antar instansi.

“Saya terpukul dan merasa sedih karena kejahatan jual beli satwa liar masih terus terjadi. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja keras dan sinergi antar kementerian dan lembaga untuk menjaga perbatasan kita agar kejahatan ini tidak terulang,” ujar Raja Juli Antoni dalam keterangan resminya, pada hari Rabu.

Perdagangan satwa

Menteri Kehutanan juga mengangkat persoalan kondisi hutan Sumatera sebagai habitat alami orangutan yang masih menghadapi berbagai tekanan. Menurutnya, repatriasi ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk memastikan perlindungan ekosistem berjalan optimal.

Keempat orangutan itu sebelumnya disita oleh otoritas Thailand dalam pengungkapan kasus perdagangan satwa liar ilegal yang terjadi pada Januari dan Mei 2025. Saat diamankan, usia mereka diperkirakan belum mencapai satu bulan. Selanjutnya, orangutan tersebut dirawat di Khao Pratubchang Wildlife Rescue Centre, Provinsi Ratchaburi, sebagai barang bukti oleh Department of National Park, Wildlife and Plant Conservation (DNP) Thailand.

Hasil identifikasi fisik dan pemeriksaan DNA menunjukkan bahwa empat orangutan tersebut terdiri atas tiga orangutan Sumatera (Pongo abelii), dua jantan dan satu betina, serta satu orangutan Tapanuli betina (Pongo tapanuliensis). Pemeriksaan kesehatan menyatakan seluruhnya masih memiliki peluang besar untuk mengikuti program rehabilitasi.

Tahap berikutnya, keempat orangutan akan menjalani penitipan perawatan di Pusat Rehabilitasi Sumatran Rescue Alliance (SRA) di Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Di lokasi tersebut, mereka akan dipersiapkan secara bertahap sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

TerkaitTRT Indonesia - Banjir dan longsor Sumatera menyebabkan habitat satwa liar terancam punah
SUMBER:TRT Indonesia