DUNIA
2 menit membaca
Gedung Putih: Trump sedang bahas opsi, termasuk militer, untuk mengakuisisi Greenland
"Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, menggunakan militer AS selalu menjadi opsi yang tersedia bagi panglima tertinggi," kata Gedung Putih.
Gedung Putih: Trump sedang bahas opsi, termasuk militer, untuk mengakuisisi Greenland
Pernyataan tegas dari para pemimpin NATO yang mendukung Greenland tidak menghalangi Trump, kata pejabat itu. / AP

Presiden AS Donald Trump dan timnya sedang membahas opsi untuk mengakuisisi Greenland, dan penggunaan militer AS guna mencapai tujuan itu "selalu merupakan opsi," kata Gedung Putih.

Ambisi Trump untuk mengakuisisi Greenland sebagai pangkalan strategis AS di Arktik dihidupkan kembali beberapa hari terakhir menyusul penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS. Greenland berkali-kali menyatakan tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan menanggapi pertanyaan bahwa Trump memandang pengakuisisian Greenland sebagai prioritas keamanan nasional AS yang diperlukan untuk "mencegah lawan kita di kawasan Arktik."

"Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri penting ini, dan tentu saja, pemanfaatan militer AS selalu merupakan opsi yang berada di bawah wewenang panglima tertinggi," kata Gedung Putih.

Seorang pejabat senior AS mengatakan diskusi tentang cara-cara untuk mengakuisisi Greenland sedang berlangsung di Oval Office dan bahwa para penasihat sedang membahas beragam opsi.

TerkaitTRT Indonesia - Trump sebut Greenland vital untuk 'keamanan nasional' AS, Denmark kecam dan jaga integritas wilayah

'Ini tidak akan hilang'

Pernyataan tegas yang mendukung Greenland dari para pemimpin NATO tidak menghalangi Trump, kata pejabat itu.

"Ini tidak akan hilang," kata pejabat itu tentang dorongan presiden untuk mengakuisisi Greenland selama sisa tiga tahun masa jabatannya.

Pejabat itu, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan opsi termasuk pembelian langsung Greenland oleh AS atau membentuk Compact of Free Association (COFA) dengan wilayah tersebut. Perjanjian COFA akan berhenti sebelum memenuhi ambisi Trump menjadikan pulau yang berpenduduk sekitar 57.000 orang itu sebagai bagian dari AS.

Harga pembelian potensial tidak disebutkan.

"Diplomasi selalu menjadi opsi pertama presiden untuk segala hal, dan membuat kesepakatan. Dia suka bernegosiasi. Jadi jika sebuah kesepakatan bagus dapat dicapai untuk mengakuisisi Greenland, itu pasti akan menjadi naluri pertamanya," kata pejabat itu.

Pejabat pemerintahan berargumen pulau itu krusial bagi AS karena cadangan mineralnya yang memiliki aplikasi penting bagi teknologi tinggi dan militer. Sumber daya ini tetap belum dimanfaatkan karena kekurangan tenaga kerja, infrastruktur yang minim, dan tantangan lainnya.

Para pemimpin dari kekuatan besar Eropa dan Kanada berkumpul mendukung Greenland pada hari Selasa, mengatakan pulau Arktik itu milik rakyatnya.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Indonesia dorong BRICS perkuat perdagangan dan akses pasar bagi UMKM
KSAU Indonesia dan Australia terbang formasi di Pitch Black 2026
Indonesia tegaskan hukum laut tetap berlaku saat perang
Berbeda dengan UEFA, Indonesia dukung Infantino lanjutkan kepemimpinan FIFA
Kebakaran Gunung Bromo meluas hingga 120 hektare, angin kencang picu titik api baru
Indonesia-Arab Saudi sepakati kerja sama investasi strategis melalui penanaman modal
Kedubes Iran respon pernyataan Prabowo, tegaskan program nuklirnya untuk tujuan damai
Menhan RI dan Thailand perkuat kerja sama pertahanan, sepakati latihan pasukan khusus
Peluang besar UMKM lokal, Kemenhaj bidik pasar rantai pasok haji di Arab Saudi
Kemenlu AS akan tutup konsulat di Medan dan 4 negara lain
Indonesia–Thailand perkuat kemitraan strategis, fokus ekonomi dan stabilitas ASEAN
Indonesia dan Australia perkuat kerja sama maritim lewat Cassowary Exercise 2026
Indonesia dorong resiliensi ASEAN hadapi ancaman bencana dan krisis
ASEAN mempercepat negosiasi CoC dengan China Laut di tengah ketegangan Selat Hormuz
Indonesia dan Jepang bahas perluasan peluang kerja serta pengembangan SDM terampil
Perkuat akses ke Amerika Selatan, Indonesia dan Peru sepakat percepat perundingan CEPA
Perkuat pertahanan udara Indo-Pasifik, TNI AU dan PACAF gelar A2AT ke-18 di Hawaii
KBRI Tokyo imbau WNI tetap waspada setelah gempa M7,1 di Kumamoto
World Para Athletics Grand Prix 2026: Tim Para Atletik Indonesia raih 16 medali
Pemerintah pantau kepulangan ABK Indonesia terdampak serangan rudal di Selat Hormuz